PONTIANAK – Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat, Iskandar Zulkarnain, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di tengah luasnya wilayah dan tantangan geografis yang dihadapi Kalbar.

Ia menyebutkan, total panjang jalan provinsi yang menjadi kewenangan Pemprov Kalbar mencapai sekitar 1.503,4 kilometer. Kondisi ini menjadi tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh ruas jalan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

“Wilayah kita luas dengan kondisi geografis yang didominasi sungai, sehingga persoalan jalan dan jembatan menjadi tantangan utama yang harus terus kita tangani,” ujarnya saat press conference di Ruangan Audiovisual Pemprov Kalbar, Selasa (7/4/2026).

Menurut Iskandar, keluhan masyarakat terkait kondisi jalan menjadi perhatian serius dan sekaligus menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kinerja pembangunan infrastruktur.

Dari total panjang jalan tersebut, sekitar 31 persen atau lebih dari 300 kilometer ruas jalan masih dalam kondisi belum mantap, terutama tersebar di wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi seperti kawasan perkebunan dan pertambangan.

“Kondisi ini menjadi prioritas kami. Jalan-jalan yang masih berupa tanah dan belum mantap akan terus kita tangani secara bertahap,” jelasnya.

Dalam menentukan prioritas, Dinas PUPR Kalbar menerapkan skema penanganan yang terukur dan berbasis kebutuhan. Salah satu fokus utama adalah ruas jalan strategis yang mendukung kegiatan penting daerah, termasuk akses menuju lokasi event besar seperti MTQ yang menjadi perhatian khusus.

“Kita upayakan minimal fungsional dulu agar bisa dilalui masyarakat, mengingat keterbatasan anggaran yang ada,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan jalan yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Infrastruktur yang mendukung sektor produktif dinilai mampu mendorong peningkatan investasi dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Iskandar menegaskan, setiap program pembangunan dilakukan dengan perencanaan matang dan berbasis data lapangan, bukan sekadar respons terhadap laporan semata.

“Kami bekerja berdasarkan data dan konsep yang terukur, agar pembangunan tepat sasaran dan tidak membuang anggaran negara,” tegasnya.

Dengan berbagai strategi tersebut, Pemprov Kalbar optimistis penanganan infrastruktur jalan dapat terus ditingkatkan secara bertahap, sehingga konektivitas wilayah semakin baik dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan lebih maksimal.(Ara)