SAMBAS – Bupati Sambas, Satono bersama Wakil Bupati Heroaldi Djuhardi Alwi dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sambas meninjau salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di ibu kota Kabupaten Sambas, Jumat (13/3/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) tetap berjalan normal di tengah beredarnya isu kelangkaan BBM yang sempat memicu kekhawatiran masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Satono menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah berkomunikasi dengan pihak Pertamina Regional Kalimantan guna memastikan pasokan BBM ke wilayah Sambas tetap tersedia.
“Setelah berkoordinasi dengan Pertamina Kalbar, Alhamdulillah stok BBM di 15 SPBU Kabupaten Sambas dipastikan dalam kondisi aman,” ujar Satono.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Menurutnya, pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM di lapangan guna mencegah terjadinya gangguan pasokan.
Selain itu, Satono mengingatkan para pengelola SPBU maupun pelaku usaha agar tidak melakukan penimbunan maupun praktik distribusi yang dapat memicu kelangkaan BBM di masyarakat.
“Yang terpenting masyarakat tidak perlu panik karena stok BBM di seluruh SPBU Kabupaten Sambas masih aman,” tegasnya.
Meski pemerintah memastikan ketersediaan BBM tetap aman, antrean kendaraan sempat terlihat di sejumlah SPBU setelah beredarnya kabar mengenai dugaan kelangkaan BBM di wilayah tersebut.
Seorang warga Kecamatan Semparuk, Rajuna (41), mengaku rela datang lebih awal ke SPBU Semparuk demi mendapatkan BBM jenis Pertalite. Ia bahkan sudah berada di lokasi sejak pagi hari sebelum SPBU dibuka.
“Saya datang sejak pagi karena takut tidak kebagian Pertalite. Ternyata banyak juga warga yang sudah lebih dulu antre,” ujarnya.
SPBU Semparuk sendiri mulai beroperasi pada pukul 07.00 WIB. Namun sebelum waktu pembukaan, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat sudah terlihat memanjang di area pengisian BBM.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di jalur Pantura Kabupaten Sambas, mulai dari Kecamatan Selakau, Pemangkat, Semparuk, Tebas hingga Kecamatan Sambas.
Meski demikian, aktivitas pengisian BBM di SPBU-SPBU tersebut tetap berlangsung dan masyarakat masih dapat melakukan pengisian bahan bakar seperti biasa. Bahkan sebagian masyarakat rela mengantre demi mendapatkan BBM jenis Pertalite di tingkat pengecer atau kios BBM.(Rin).

