KUBU RAYA – Bupati Kabupaten Kubu Raya Sujiwo meninjau langsung pengerjaan peningkatan kualitas jalan di kawasan Sungai Raya Dalam (Serdam). Dalam tinjauan tersebut, Sujiwo memastikan bahwa proses pengaspalan dengan pola ARS Base telah dimulai dan menargetkan penyelesaian dalam waktu satu minggu, jika kondisi cuaca mendukung.
“Seperti yang saya sampaikan kemarin, hari ini kita sudah mulai trial pekerjaan pengaspalan dengan pola ARS Base. Targetnya satu minggu, kalau cuaca bagus, tuntas,” ujar Sujiwo, Rabu (27/10/2025).
Sujiwo menjelaskan bahwa proyek di kawasan Sungai Raya Dalam merupakan bagian dari anggaran sebesar Rp10 miliar, yang dialokasikan untuk beberapa pekerjaan, di antaranya pembangunan turap, pemasangan bok alpet (saluran air bawah tanah) di lima jalur, serta pengaspalan jalan selebar 6 meter dengan total area hingga 8 meter.
“Anggaran Rp10 miliar ini untuk turap, bok alpet, dan pengaspalan. Pekerjaan ini juga termasuk penataan sistem drainase agar aliran air dari permukiman bisa lancar menuju sungai Radalap,” jelasnya.
Tak hanya itu, Sujiwo menegaskan pentingnya menjaga mutu dan kualitas pekerjaan serta memastikan proyek selesai tepat waktu.
“Kami tidak memberikan toleransi terhadap pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Konsultan pengawas dan pelaksana harus memastikan mutu dan kualitas terjaga,” tegasnya.
Bupati juga menyebut hasil awal uji coba pengaspalan menunjukkan kualitas yang baik.
“Kualitas pengaspalannya cukup bagus. Saya yakin umur jalan ini akan panjang,” tambahnya.
Imbauan untuk Warga: Sabar dan Dukung Pekerjaan
Sujiwo juga mengajak masyarakat Sungai Raya Dalam untuk bersabar menghadapi potensi kemacetan dan debu sementara selama masa pengerjaan berlangsung.
“Selama pekerjaan pengaspalan satu minggu ini, kami mohon pengertian masyarakat. Kalau terjadi kemacetan, tolong dimaklumi. Ini bagian dari proses menuju kenyamanan bersama,” ucapnya.
Ia mengingatkan warga agar tidak membangun bangunan terlalu maju ke arah badan jalan, mengingat kawasan ini ke depan akan diusulkan menjadi jalan provinsi.
“Kami minta masyarakat jangan bangun ke depan terus. Nanti kalau jalan dilebarkan, pasti kena bongkar. Mari sama-sama jaga agar kawasan ini tertata dan tidak macet,” imbaunya.(Ara)
