PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menegaskan bahwa prinsip inklusivitas harus menjadi bagian tak terpisahkan dari arah pembangunan daerah.

Menurut Ria Norsan, kehadiran SOIna bukan sekadar organisasi olahraga, melainkan simbol nyata komitmen bersama dalam memperjuangkan hak, martabat, dan masa depan penyandang disabilitas intelektual atau orang bertalenta khusus.

“Pembangunan yang maju adalah pembangunan yang merangkul semua, tanpa terkecuali. Melalui SOIna, kita ingin memastikan bahwa anak-anak bertalenta khusus memiliki ruang untuk tumbuh, berprestasi, dan merasa dihargai sebagai bagian utuh dari masyarakat,” ujar Ria Norsan saat menghadiri pelantikan Pengurus Provinsi Special Olympics Indonesia (SOIna) Kalimantan Barat periode 2025–2029 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (20/1/2026).

Ia menekankan bahwa olahraga menjadi medium strategis untuk membangun kepercayaan diri, kemandirian, dan kesehatan para atlet bertalenta khusus, sekaligus sarana edukasi sosial agar masyarakat semakin terbuka dan inklusif.

Gubernur juga mengingatkan bahwa tugas pengurus SOIna tidak berhenti pada pencapaian prestasi olahraga, melainkan berlanjut pada pendampingan sosial yang berkelanjutan agar para atlet mampu berbaur dan berdaya dalam kehidupan sehari-hari.

“Keberhasilan sejati bukan hanya medali, tetapi ketika mereka mampu hidup mandiri, percaya diri, dan diterima sepenuhnya di tengah masyarakat. Di situlah makna inklusivitas yang sesungguhnya,” tegasnya.

Dalam konteks pembangunan daerah, Ria Norsan mengaitkan semangat inklusivitas tersebut dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat yang pada tahun 2025 berada pada kategori tinggi. Ia menilai capaian tersebut harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan dan bertalenta khusus.

“Angka IPM bukan sekadar statistik. Itu adalah ukuran seberapa adil dan manusiawi pembangunan yang kita jalankan,” katanya.(Ara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *