KUBU RAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa hingga saat ini seluruh wilayah Kalimantan Barat belum menunjukkan tanda-tanda terjadinya hujan.

Berdasarkan pantauan satelit, Kabupaten Kubu Raya tercatat sebagai wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) tertinggi dalam sepekan terakhir.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG, Sutikno, menjelaskan bahwa kondisi tanpa hujan diperkirakan masih akan berlangsung hingga sekitar 27 Januari 2026.

“Sampai hari ini, seluruh wilayah Kalimantan Barat belum terpantau adanya potensi hujan. Titik panas tertinggi selama satu minggu terakhir berada di Kubu Raya,” ujar Sutikno saat diwawancarai di Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (20/1/2026).

Selain Kubu Raya, sebaran hotspot juga terdeteksi di sejumlah daerah lain seperti Bengkayang, Landak, Ketapang, dan Mempawah. Namun, jumlah tertinggi masih terpusat di wilayah Kubu Raya dengan total 42 titik panas yang terpantau hingga dini hari.

Menurut Sutikno, kondisi cuaca saat ini dipengaruhi oleh angin yang bertiup cukup kencang di atas rata-rata, minimnya uap air di atmosfer, serta adanya potensi tekanan rendah di wilayah utara dan selatan Indonesia. Faktor-faktor tersebut menyebabkan pembentukan awan hujan di Kalimantan Barat menjadi sulit.

“Dalam seminggu ke depan, kondisi wilayah Kalimantan Barat masih terpantau ‘merah’, artinya potensi kerawanan kebakaran cukup tinggi,” jelasnya.

BMKG juga mencatat bahwa Kalimantan Barat saat ini belum memasuki musim kemarau, melainkan berada pada fase jedah hujan, yakni periode berkurangnya intensitas hujan. Hingga kini, tercatat sekitar 11 hari berturut-turut tanpa hujan di wilayah Kalimantan Barat.

“Musim kemarau baru dikategorikan ketika tidak terjadi hujan selama 30 hari berturut-turut. Jadi kondisi saat ini masih kami sebut sebagai jedah hujan,” tambahnya.(Ara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *