PONTIANAK – Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Oesman Sapta Odang (OSO), menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang adil dan berkeadilan dengan melibatkan masyarakat adat serta memperhatikan kepentingan daerah.
Menurut OSO, masyarakat adat tidak pernah menjadi pihak yang merugikan negara. Justru, kearifan lokal yang dimiliki masyarakat adat dapat menjadi fondasi kuat dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan rakyat.
“Masyarakat adat itu tidak mungkin merugikan negara. Kalau pemikiran-pemikiran mereka didengar, justru hasilnya bisa lebih baik karena mereka berpikir berdasarkan adat dan nilai-nilai yang hidup di daerah,” ujar OSO di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (22/1/2026).
Ia menilai, pengelolaan SDA tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi harus dilakukan secara profesional, bijaksana, dan bertanggung jawab. OSO mengingatkan bahwa SDA bukan sekadar milik manusia, melainkan amanah yang harus dijaga dan dikelola dengan benar.
“Sumber daya alam itu bukan kita yang punya. Itu amanah dari Tuhan. Kalau salah mengelolanya, dampaknya bisa sangat besar. Karena itu perlu pemikiran yang matang dan profesional,” tegasnya.
OSO juga menekankan pentingnya keseimbangan kepentingan antara negara, investor, dan masyarakat adat dalam setiap kebijakan pengelolaan SDA. Menurutnya, pembangunan daerah akan berjalan optimal apabila partai politik mampu berperan aktif tidak hanya sebagai pendukung kebijakan, tetapi juga sebagai pengusul solusi yang berpihak pada kepentingan rakyat.
“Partai politik jangan hanya ikut arus. Harus berani mengusulkan konsep dan kebijakan yang benar-benar dibutuhkan daerah dan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, OSO turut mengapresiasi soliditas dan kekompakan Partai Hanura Kalimantan Barat yang dinilainya mampu membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah serta lintas partai politik. Ia berharap semangat persatuan tersebut dapat menjadi modal utama dalam mendorong pembangunan yang berkeadilan di Kalimantan Barat.
“Kalau daerah makmur, Indonesia pasti makmur. Itu prinsip yang harus kita pegang bersama,” pungkas OSO.(Ara)
