PONTIANAK – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya melalui penguatan kompetensi kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan daerah.
Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas ASN tidak cukup hanya pada aspek teknis, tetapi harus dibarengi dengan penguatan kepemimpinan yang berkelanjutan, terutama bagi pejabat pimpinan perangkat daerah.
“Penguatan kapasitas ASN tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga kepemimpinan. Seorang pimpinan harus terus diberikan pembelajaran agar mampu mengelola perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan program sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujar Windy di Aula Garuda Kantor Gubernur, Jumat (23/1/2026).
Menurut Windy, kualitas kepemimpinan sangat menentukan keberhasilan manajemen pemerintahan, termasuk dalam mengoptimalkan pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel dan berdampak langsung bagi pembangunan.
Ia menjelaskan, BPSDM Kalbar secara konsisten memulai program peningkatan kompetensi sejak awal tahun sebagai bagian dari upaya membangun budaya belajar berkelanjutan di lingkungan ASN. Langkah ini dimulai dari para pimpinan, agar dapat menjadi motor penggerak peningkatan kinerja birokrasi secara menyeluruh.
Selain pelatihan tatap muka, BPSDM Kalbar juga mengembangkan sistem pembelajaran berbasis digital melalui konsep ASN Kalbar Corporate University, yang memungkinkan ASN mengikuti pengembangan kompetensi secara fleksibel dan berkelanjutan.
“Kami tidak hanya mengandalkan pembelajaran offline, tetapi juga memperkuat pembelajaran online dan virtual. Kolaborasi dan sinergi semua pihak sangat penting agar kinerja ASN semakin optimal,”tambahnya.
Windy berharap, dengan penguatan kompetensi dan kepemimpinan ASN yang berkelanjutan, tata kelola pemerintahan di Kalimantan Barat dapat semakin profesional, transparan, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah ke depan.
