PONTIANAK — Sejumlah pemuda Kalimantan Barat menginisiasi West Borneo Youth Potential Summit (WBYPS) 2026 sebagai forum strategis yang mengangkat isu literasi keuangan dan pendidikan di tingkat daerah maupun nasional.
WBYPS 2026 digagas oleh pemuda yang pada fase awal perancangannya mayoritas berasal dari Youth Ranger Indonesia dan BEM Politeknik Negeri Pontianak, kemudian berkembang menjadi kolaborasi lintas organisasi dan kampus, termasuk BEM Universitas Tanjungpura.
Perwakilan panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari keresahan pemuda terhadap rendahnya literasi keuangan dan masih adanya ketimpangan akses pendidikan.
“Kami melihat isu keuangan dan pendidikan masih menjadi tantangan besar, baik di Kalimantan Barat maupun secara nasional. Melalui WBYPS 2026, kami ingin menghadirkan ruang diskusi sekaligus aksi nyata dari pemuda,” ujarnya di Aula Merapi, Politeknik Negeri Pontianak, Rabu (11/2/2026).
Salah satu agenda utama adalah Kompetisi Pintar yang terdiri dari cabang Debat Emas dan Edupitch. Babak penyisihan digelar pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026 di Universitas Tanjungpura, sementara babak final dan Awarding Nightdilaksanakan bersamaan dengan Future Talks.
Menurut panitia, kompetisi ini dirancang bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah adu gagasan solutif.
“Peserta tidak hanya diminta mengkritisi persoalan, tetapi juga menawarkan solusi yang aplikatif dan relevan dengan kondisi masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan Future Talks menghadirkan lima pemateri dari berbagai latar belakang, di antaranya Ikhwan Ruslianto selaku CPO Luar Kampus dan Kepala UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Tanjungpura, Syekh Arpi Ageng selaku Founder Luar Kampus, serta Ajie Kurniawan selaku Tenaga Ahli Menteri UMKM RI yang mewakili Menteri UMKM Republik Indonesia.
Dalam sesi diskusi, Ajie Kurniawan menekankan pentingnya peran pemuda dalam memperkuat sektor ekonomi dan pendidikan.
“Anak muda harus menjadi motor penggerak literasi keuangan dan kewirausahaan. Dari kampus dan komunitas, perubahan besar bisa dimulai,” ungkapnya.
Sementara itu, Syekh Arpi Ageng menyoroti pentingnya akses informasi pendidikan.
“Akses beasiswa dan peluang pengembangan diri harus semakin terbuka. Platform seperti Luar Kampus hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut,” katanya.
Tak hanya diskusi, Future Talks juga menjadi ruang ekspresi kreativitas melalui penampilan UKM Modelling dan Photography, UKM Japanese Club Polnep, Ikatan Mahasiswa Seni Universitas Tanjungpura, serta Sanggar Tari Cendrata Kalbar. Sejumlah UMKM lokal Pontianak turut dilibatkan dengan membuka stan usaha selama kegiatan berlangsung.
Sebagai bentuk keberlanjutan, para pemenang Kompetisi Pintar akan mengikuti program Volunteering Journey pada 14–15 Februari 2026.
“Kami ingin memastikan gagasan yang lahir tidak berhenti di atas panggung. Melalui Volunteering Journey, para pemenang akan turun langsung ke masyarakat untuk mengimplementasikan ide mereka,” tutur panitia.
Melalui WBYPS 2026, para pemuda Kalimantan Barat berharap dapat mendorong lahirnya generasi yang kritis, solutif, serta mampu berkontribusi nyata dalam menjawab tantangan keuangan dan pendidikan di masa depan.(Ara)
