KUBU RAYA – Bupati Kabupaten Kubu Raya, Sujiwo, mempersilakan masyarakat memanfaatkan kawasan Bundaran Gaforaya sebagai pusat perayaan Tahun Baru Imlek. Namun demikian, ia menegaskan bahwa ketertiban umum tetap menjadi prioritas utama.

Sujiwo menyampaikan, pada malam perayaan akan digelar pesta kembang api yang dijadwalkan dimulai sekitar pukul 22.00 hingga 22.30 WIB. Ia berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung lancar dan menjadi momen kebersamaan seluruh masyarakat.

“Kami mempersilakan masyarakat Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek di Bundaran Gaforaya. Silakan gunakan tempat ini untuk kegiatan, termasuk pertunjukan naga dan barongsai,” ujarnya.

Menurutnya, perayaan ini juga menjadi simbol harmoni antarumat beragama di Kubu Raya. Masyarakat Muslim pun turut berbaur dalam suasana kebersamaan, salah satunya melalui pawai obor yang digelar di lokasi yang sama.

“Kita ingin semua berbaur, saling menghormati, dan menjaga suasana tetap kondusif,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, pemerintah telah menyiapkan parkir di kawasan Gaforaya. Sujiwo menjelaskan, informasi kegiatan memang tidak diumumkan jauh-jauh hari guna membatasi lonjakan pengunjung dan mencegah kemacetan.

“Yang kita utamakan adalah ketertiban umum. Jangan sampai kita merayakan sesuatu hal tetapi justru mengganggu kenyamanan masyarakat,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh warga yang hadir untuk bersama-sama menjaga keamanan, kebersihan, dan ketertiban selama rangkaian perayaan berlangsung.

Perayaan Imlek di Bundaran Gakoraya diharapkan menjadi momentum mempererat persaudaraan serta memperkuat nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Kubu Raya.(Ara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *