PONTIANAK – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menegaskan bahwa pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) menjadi faktor kunci dalam memperkuat kinerja pemerintahan daerah sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menyebutkan bahwa fondasi utama dalam organisasi pemerintahan yang kuat terletak pada manajemen yang baik, khususnya kepemimpinan.
Menurutnya, seorang pemimpin harus dibekali pembelajaran dan kompetensi yang berkelanjutan agar mampu mengelola perangkat daerah secara optimal, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Windy menjelaskan, BPSDM Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen untuk menghadirkan proses pembelajaran tanpa henti bagi ASN, yang dimulai dari para pimpinan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program peningkatan kapasitas, baik secara tatap muka maupun berbasis digital.
“Selain pembelajaran offline, BPSDM Kalbar juga mengembangkan platform pembelajaran virtual sejalan dengan semangat ASN Corporate University. Bahkan, saat ini BPSDM telah memiliki media pembelajaran sendiri sebagai sarana edukasi bagi ASN,” ujarnya dalam Podcast BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (24/1/2026).
Ia menambahkan, kolaborasi dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi hal yang tidak terpisahkan dalam upaya peningkatan kualitas ASN. Windy menyoroti pentingnya dukungan penganggaran mandatori bagi BPSDM dan Inspektorat sebagai institusi strategis dalam pembentukan dan pengawasan kompetensi ASN.
Dengan terpenuhinya penganggaran tersebut, Windy berharap ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memiliki kompetensi yang merata dan mampu menjalankan tugas secara profesional.
Terkait pengawasan dan keberlanjutan peningkatan kompetensi, Windy menyampaikan bahwa setiap ASN diwajibkan mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) setiap tahun. Pelatihan tersebut dirancang tidak hanya dalam bentuk tatap muka, tetapi juga secara daring guna menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan ASN.
Ia juga menegaskan peran BPSDM Kalbar sebagai pusat pembinaan ASN atau “kawah candradimuka” dalam membentuk aparatur yang tangguh, berintegritas, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan publik sesuai dengan nilai-nilai ASN Berakhlak.
Sejak dilantik pada awal Desember lalu, Windy mengungkapkan bahwa BPSDM Kalbar telah meluncurkan sejumlah inovasi. Inovasi tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga pada penguatan empati sosial ASN kepada masyarakat.
“ASN adalah pelayan publik. Karena itu, mereka harus peka terhadap lingkungan sekitarnya. Kami membiasakan setiap kegiatan disertai aksi sosial, serta mendorong pola hidup sehat bagi ASN, baik secara fisik maupun mental,” jelasnya.
Melalui berbagai inovasi dan program pengembangan tersebut, Windy berharap ASN Kalimantan Barat mampu menjadi aparatur yang profesional, adaptif, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan serta pelayanan publik di daerah.(ara)
