PONTIANAK – Kondisi cuaca kering di Kalimantan Barat diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan dan berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kalimantan Barat, Sutikno, menyampaikan bahwa hingga satu minggu ke depan, potensi hujan masih tergolong ringan dan belum merata, dengan sifat hujan yang masih berskala lokal.
“Dalam satu minggu ke depan, hujan masih ringan dan belum merata. Namun pada tanggal 1 dan 2 Februari, mulai terlihat adanya pertumbuhan awan yang lebih merata di wilayah Kalimantan Barat,” jelasnya saat di konfirmasi di Pontianak, Selasa (27/1/2026).
BMKG mencatat, setelah beberapa minggu terakhir wilayah Kalbar minim hujan, kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kemudahan lahan untuk terbakar, terutama di sejumlah daerah yang secara historis rawan karhutla.
Berdasarkan peta potensi kemudahan terbakar, wilayah Mempawah, Pontianak, Kubu Raya, Kayong Utara, Sanggau, dan Ketapang masih mendominasi sebagai daerah yang harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran lahan.
Sutikno menjelaskan, potensi terjadinya karhutla sempat mengalami penurunan pada 29 Januari, meskipun belum terjadi secara merata di seluruh wilayah. Penurunan potensi tersebut diperkirakan akan kembali terjadi pada awal Februari, seiring dengan peluang hujan yang mulai meningkat.
“Penurunan potensi karhutla diprediksi mulai terlihat kembali pada tanggal 1 dan 2 Februari, sejalan dengan adanya potensi hujan. Namun masyarakat tetap perlu waspada karena hujan belum merata,” ujarnya.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap siaga menghadapi potensi karhutla selama periode cuaca kering ini, terutama dengan menghindari aktivitas pembakaran lahan serta meningkatkan pengawasan di wilayah rawan.
Upaya pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk menekan risiko kebakaran, mengingat cuaca kering masih berpotensi terjadi sebelum memasuki periode hujan yang lebih merata.(Ara)
