KUBU RAYA – Bupati Kabupaten Kubu Raya, Sujiwo, terus menunjukkan komitmennya dalam mengentaskan rumah tidak layak huni (RTLH) dengan turun langsung meninjau kondisi warga di lapangan.

Dalam peninjauan terbaru, Sujiwo mengunjungi sejumlah rumah warga yang sebelumnya masuk kategori tidak layak huni, di antaranya milik Ibu Rosna, Ibu Pita, dan Pak Kandar yang saat ini dalam proses pembangunan. Ia memastikan proses perbaikan berjalan sesuai rencana.

“Rumah ini sebelumnya sangat tidak layak, bahkan tidak manusiawi. Saat Ramadan lalu saya survei langsung, dan setelah Lebaran langsung kita kerjakan. Sekarang sudah hampir selesai,” ujarnya saat di lokasi peninjauan, Sabtu (11/4/2026).

Ia menjelaskan, beberapa rumah yang telah dibongkar kini tengah dalam tahap pembangunan ulang dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Selain itu, program serupa juga terus berjalan di sejumlah wilayah lain seperti Kuala Dua dan Sungai Itik.

“Di Kuala Dua sudah ada belasan rumah yang kita tangani. Beberapa juga sudah selesai, seperti milik Bu Sarena dan Bu Iin. Minggu depan kita lanjutkan di Sungai Itik,” jelasnya.

Sujiwo menegaskan, pemerintah daerah menargetkan dalam satu periode kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, seluruh rumah tidak layak huni di Kubu Raya dapat dituntaskan.

“Target kami jelas, dalam lima tahun ke depan harus zero RTLH, tidak ada lagi rumah tidak layak huni di Kubu Raya,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini sekitar 20 ribu rumah telah berhasil direhabilitasi melalui berbagai sumber pendanaan, baik dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian PUPR, dukungan pemerintah provinsi, kabupaten, hingga swadaya masyarakat.

Namun, Sujiwo juga mengakui masih ada kendala, terutama untuk rumah-rumah di bantaran sungai yang tidak dapat dibiayai menggunakan APBD karena persoalan legalitas lahan.

“Kalau tidak bisa dibiayai APBD, bukan berarti kita diam. Kita dorong dengan gotong royong dan kolaborasi. Tidak boleh ada warga yang tinggal di rumah tidak layak,” katanya.

Menurutnya, seorang kepala daerah harus mampu mencari solusi di tengah keterbatasan, termasuk menggali potensi kolaborasi dari berbagai pihak.

“Jangan hanya bergantung pada anggaran. Kita harus kreatif dan berani mencari jalan keluar,” ujarnya.

Di akhir peninjauan, Sujiwo meminta masyarakat untuk bersabar karena program penanganan RTLH dilakukan secara bertahap.

“Kami tidak bisa menyelesaikan semuanya sekaligus. Tapi kami pastikan, perlahan namun pasti, target zero RTLH akan tercapai,” pungkasnya.(Ara)