KUBU RAYA – Bupati Kabupaten Kubu Raya, Sujiwo, menyoroti potensi krisis energi global yang dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama dalam penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, dinamika global yang terus berkembang, termasuk potensi konflik internasional, bisa memicu kelangkaan energi di berbagai negara. Ia bahkan mengingatkan kemungkinan terjadinya krisis BBM jika situasi global memburuk.

“Kalau konflik global tidak bisa dibendung, dampaknya pasti krisis energi. BBM akan langka, dan kita harus siap menghadapi kondisi itu,” ujarnya saat diwawancarai di Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (2/4/2026).

Dalam menghadapi kemungkinan tersebut, Sujiwo menilai peralihan ke kendaraan listrik merupakan langkah yang tidak terhindarkan di masa depan. Ia menyebut, perkembangan teknologi kendaraan listrik saat ini menjadi sinyal kuat bahwa dunia sedang bergerak menuju sistem energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Tak hanya kendaraan listrik, ia juga mendorong masyarakat untuk mulai membiasakan penggunaan sepeda sebagai alternatif transportasi yang ramah lingkungan sekaligus menyehatkan.

“Saya sendiri punya sepeda, sesekali akan saya gunakan. Ini bukan soal besar kecilnya dampak, tapi sebagai contoh dan motivasi. Selain sehat, juga bisa menghemat energi,” katanya.

Ia bahkan menggambarkan potensi penghematan besar jika Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kubu Raya mulai menggunakan sepeda untuk aktivitas harian, terutama dalam perjalanan ke kantor.

Lebih lanjut, Sujiwo menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik, seperti penyediaan stasiun pengisian daya. Ia meminta pelaku usaha, khususnya showroom kendaraan listrik, mulai menyiapkan sarana pendukung tersebut sejak dini.

“Kita harus siap dari sekarang, termasuk fasilitas pengecasan baterai. Jangan sampai nanti masyarakat sudah beralih, tapi infrastrukturnya belum siap,” tegasnya.

Selain isu energi, Sujiwo juga mengingatkan pentingnya ketahanan pangan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi krisis global. Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, untuk memperkuat kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.

“Kita harus bergerak dari sekarang, bagaimana setiap rumah tangga bisa berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan. Ini penting untuk menghadapi situasi yang tidak pasti ke depan,” ungkapnya.

Melalui berbagai langkah antisipatif tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap mampu meminimalisir dampak krisis global, baik di sektor energi maupun pangan, sekaligus mendorong perubahan gaya hidup masyarakat yang lebih hemat dan berkelanjutan.(Ara)