PONTIANAK – Cabang olahraga baru berbasis olahraga pikiran (mind sport) resmi diperkenalkan kepada masyarakat Kota Pontianak. Melalui Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO), permainan domino yang selama ini dikenal sebagai permainan rakyat kini bertransformasi menjadi olahraga kompetitif yang terstruktur secara nasional hingga internasional.
Sosialisasi cabang olahraga domino tersebut digelar pada Minggu (1/2/2026) di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Museum Kalimantan Barat.
Kegiatan ini menyasar seluruh lapisan masyarakat, baik generasi muda maupun kalangan orang tua, agar mengenal domino sebagai olahraga berbasis strategi dan intelektual.
Domino kini tak lagi dipandang sebagai permainan yang mengandalkan keberuntungan atau identik dengan stigma perjudian. Sebaliknya, olahraga ini menekankan kemampuan strategi, logika, konsentrasi, daya ingat, serta kerja sama tim dalam setiap pertandingan.
Sekretaris Umum Pengprov ORADO Kalimantan Barat, Ryan Adhyatma, menjelaskan bahwa Federasi Olahraga Domino Nasional telah resmi terdaftar di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada 7 Januari 2026.
“Deklarasi Federasi Olahraga Domino Nasional dilaksanakan di Hotel Mulia Jakarta dan dihadiri perwakilan dari 38 provinsi serta 309 kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” ujar Ryan.
Khusus di Kalimantan Barat, ORADO telah melaksanakan berbagai langkah strategis. Pada 26–27 Januari 2026, ORADO Kalbar menggelar pelatihan wasit domino dengan menghadirkan instruktur dari pusat. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) serta pengukuhan pengurus ORADO dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.
“Domino yang dipertandingkan ini pada dasarnya adalah gaplek, tetapi dengan aturan dan sistem pertandingan yang baru. Saat ini sudah menjadi federasi resmi dan akan dikompetisikan di tingkat nasional bahkan internasional,” jelasnya.
Ryan menambahkan, ORADO mengusung slogan “Domino Naik Kelas” dan “ORADO Memintarkan Indonesia”sebagai semangat menjadikan domino tetap dekat dengan masyarakat, namun hadir dalam format olahraga modern yang beraturan dan profesional.
Kegiatan sosialisasi di Pontianak berlangsung meriah dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kota Pontianak, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Pontianak, pengurus KONI Kalimantan Barat, serta dukungan dari Wali Kota Pontianak, Gubernur Kalimantan Barat, dan Ketua DPRD Kota Pontianak.
“Alhamdulillah, kegiatan sosialisasi hari ini berjalan sukses. Ini menjadi langkah awal memperkenalkan domino sebagai cabang olahraga pikiran yang bisa diterima luas oleh masyarakat,” pungkas Ryan.
Dengan hadirnya ORADO, domino diharapkan mampu menjadi alternatif olahraga masyarakat yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengasah kecerdasan dan karakter sportivitas.(Ara)
