SANGGAU – Badan Gizi Nasional.(BGN) menutup sementara dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sanggau. Kedua dapur yang melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut yakni dapur SPPG di Desa Semuntai Kecamatan Mukok dan dapur SPPG di Sanggau Permai Kelurahan Sungai Sengkuang Kecamatan Kapuas.

Dikonformasi wartawan, Ketua Satuan tugas (Satgas) percepatan MBG yang juga Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena membenarkan penutupan dua dapur SPPG tersebut.

“Iya memang ada dua dapur SPPG yang ditutup.Dapur SPPG di Semuntai dan Sungai Sengkuang,” kata Susana ditemui sejumlah wartawan usai menghadiri buka puasa bersama umat muslim di rumah Dinas Bupati Sanggau, Senin (16/3/2026).

Untuk dapur SPPG di Sungai Sengkuang, lanjut Susana dipicu ulah Kepala SPPG yang sempat mengelaurkan tantangan.kepada karyawan maupun relawan terkait keluhan merela yang belum menerima gaji.

“Sabtu kemarin saya didatangi sekitar 20-an orang karyawan yang mengaku belum digaji atau gajinya tidak sesuai. Mereka sempat ditantang, SPPGnya yang bilang kalau mau lapor, laporlah dengan Ketua satgas,” cerita Wabup yang menerima keluhan puluhan karyawan di rumah pribadinya Sabtu kemarin.

Sementara kasud di daour SPPG Semuntai, lanjutnya disebabkan temuan telur busuk.

“Saya tegaskan bukan Pemerintah daerah yang menghentikan dua dapur itu, tapi BGN. Oleh karena itu kami mengimbau dapur-dapur SPPG yang ada di Sanggau untuk mematuhi tata kelola dan aturan dalam program MBG, jadikan kasus ini sebagai pelajaran,” pungkasnya mengingatkan. (dra)