“Sampai saat ini (akhir Maret 2026), belum ditemukan varian tersebut di Indonesia. Varian dominan di Indonesia adalah XFG 57 persen, LF.7 29 persen, XFG 3.4.3 14 persen dengan risiko rendah,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman, Kamis (2/4/2026).

Dikabarkan di media massa bahwa COVID varian Cicada sudah terdeteksi di sekitar 20 negara dan setidaknya 25 negara bagian Amerika Serikat (AS). Kendati demikian, situasi yang masih terkendali dan berisiko rendah, maka tidak ada tindakan khusus pengetatan di pintu masuk negara, seperti bandara dan pelabuhan.

Namun demikian pihaknya tetap mengingatkan publik untuk membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti dengan rajin cuci tangan pakai air mengalir dan sabun, konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, pakai masker jika sakit atau di keramaian.

Dikutip dari surkarkes.kemkes.go.id, influenza dan COVID-19 dipantau rutin melalui sentinel-sentinel fasilitas pelayanan kesehatan yaitu di 39 puskesmas, 35 rumah sakit, dan 14 Balai Karantina Kesehatan (pintu masuk negara). Pemantauan ini dilakukan untuk monitoring kasus dan karakteristik virus serta gejala keparahannya.