PONTIANAK – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Group Naga Karya Makmur bersiap menampilkan naga sepanjang 90 meter yang akan memeriahkan berbagai rangkaian kegiatan budaya di Kota Pontianak.

Ketua Panitia Group Naga Karya Makmur, Ferry, mengatakan naga sepanjang 90 meter tersebut terdiri dari 25 ruas dan akan dimainkan oleh sekitar 100 personel, termasuk tim musik pengiring.

“Untuk tahun ini, naga Karya Makmur kita ambil panjangnya 90 meter, jadi ada 25 ruas. Personelnya kurang lebih 100 orang, termasuk musik,” ujar Ferry saat ditemui di Parit Makmur, Siantan, Minggu (25/1/2026).

Ferry menjelaskan, rangkaian penampilan naga akan diawali dengan prosesi buka mata yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Februari 2026. Pada prosesi tersebut, kelompok Naga Karya Makmur akan melakukan kunjungan ke rumah-rumah sponsorship dan sejumlah undangan.

“Pas buka mata nanti kita kunjungan ke rumah sponsorship, rumah donatur. Setelah itu juga ada undangan lain yang masuk. Di hari puncak, kita akan parade di Jalan Gajah Mada,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, Group Naga Karya Makmur terbentuk dari inisiatif warga Parit Makmur yang secara gotong royong membangun kelompok naga. Tanpa perencanaan panjang, kelompok ini lahir dari kebersamaan dan semangat warga.

“Awalnya dari kumpulan warga Parit Makmur. Kebetulan lagi ngumpul, pengen buat naga, ya sudah kita gotong royong. Ini sudah tahun kedua,” ungkap Ferry.

Group Naga Karya Makmur pertama kali tampil pada 2025 dan kini memasuki tahun kedua keberadaannya. Untuk para pemain, Ferry menyebut mayoritas berasal dari kalangan pelajar dan anak muda, dengan latar belakang yang beragam.

“Pemain kita campur, dari segi etnis atau latar belakang apa pun. Tidak harus mutlak suku Tionghoa. Kebanyakan pelajar, jadi kita fokus ke regenerasi,” katanya.

Terkait tantangan, Ferry mengakui menjaga kekompakan menjadi hal paling krusial dalam menjalankan grup naga, mengingat setiap tahun selalu ada pergantian personel.

“Tantangannya itu kekompakan. Setiap tahun ada yang mundur, ada yang baru, jadi itu yang paling berat. Kalau fisik dan lainnya masih bisa kita atasi,” ujarnya.

Dari sisi keunikan, Naga Karya Makmur memiliki ciri khas pada tampilan kepala naga yang berbeda dengan kelompok lain, serta penggunaan kain full print, bukan sablon.

“Dari tampilan kepala saja sudah beda. Untuk kain, kita pakai full print, bukan sablon seperti jersey. Itu salah satu ciri khas kita,” tambah Ferry.

Ia berharap penampilan tahun ini dapat berjalan sukses seperti tahun sebelumnya, sekaligus mencapai target menjadi naga terpanjang dalam perayaan Imlek di Pontianak.

“Mudah-mudahan tahun ini sukses seperti tahun kemarin dan target kita tercapai, jadi naga terpanjang,” harapnya.

Saat ini, persiapan Group Naga Karya Makmur disebut telah mencapai sekitar 58 persen dan tinggal menunggu prosesi buka mata untuk selanjutnya meramaikan perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Pontianak.

“Persiapan sampai sekarang sekitar 58 persen. Tinggal menunggu hari buka mata, baru kita ramaikan perayaannya. Ke depan, semoga grup kami bisa semakin kompak dan terus berkembang,” pungkasnya.(Ara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *