PONTIANAK – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kalimantan Barat menyoroti tingginya angka putus sekolah yang mencapai sekitar 116 ribu orang.
Ketua PKBM Kalbar, Mahatir Muhammad, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Ia menyebut angka putus sekolah di Kalbar masih tergolong tinggi dan tersebar di sejumlah daerah.
“Angka tertinggi ada di Kabupaten Ketapang, disusul Kabupaten Sambas, dan ketiga Kabupaten Sanggau,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Menurut Mahatir, keberadaan PKBM sebenarnya dapat menjadi solusi untuk menekan angka putus sekolah. Saat ini, terdapat sekitar 202 PKBM yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kalbar.
Namun, dari jumlah tersebut, baru sekitar 25 ribu warga belajar yang terlayani. Ia menilai hal ini disebabkan masih minimnya pembinaan serta dukungan anggaran.
“PKBM siap membantu, tapi perlu dukungan serius, baik dari segi pembinaan maupun pendanaan,” katanya.
Ia juga mendorong keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Menurutnya, Kalbar memiliki banyak perusahaan besar, baik di sektor pertambangan, perkebunan kelapa sawit, hingga proyek strategis nasional di wilayah seperti Mempawah dan Kayong Utara.
“Perusahaan-perusahaan ini diharapkan ikut berkontribusi dalam mendukung pendidikan kesetaraan,” tambahnya.
Selain itu, Mahatir turut mempertanyakan tindak lanjut Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 16 Tahun 2024 tentang bantuan keuangan khusus untuk pendidikan kesetaraan di tingkat kabupaten/kota.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari janji politik saat Pilkada, sehingga masyarakat kini menunggu realisasinya.
“Ini janji politik yang sempat disampaikan saat debat kandidat. Sekarang tentu publik menunggu implementasinya,” tegasnya.
Ke depan, pihaknya bersama instansi terkait juga akan melakukan penertiban terhadap PKBM yang tidak aktif atau bahkan terindikasi fiktif. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program pendidikan kesetaraan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Dengan berbagai upaya tersebut, PKBM Kalbar berharap angka putus sekolah di daerah dapat ditekan secara signifikan dan akses pendidikan bagi masyarakat semakin terbuka luas. (Wyu)

