KAPUAS HULU – Kondisi SMP Negeri 3 Selimbau, desa Benuis, Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat cukup memprihatinkan.

Atap plafon kelas 8 roboh pada Jumat (6/2/2026). Selain atap plafon kelas yang mengalami roboh, atap plafon ruang kepala sekolah juga ambruk. Beruntung saat kejadian aktivitas belajar mengajar tengah sepi.

Kepala SMP Negeri 3 Selimbau Albertus Leo Sutanto mengatakan, plafon yang roboh tersebut karena sudah lapuk dimakan usia. Belum ada renovasi atau pun pembangunan yang tersentuh di sekolah mereka. Padahal sekolah yang berdiri semenjak tahun 1997 ini masih digunakan aktif siswa dan guru untuk kegiatan belajar mengajar.

“Plafon itu roboh pada Jumat pagi, pertama terjadi di ruang kelas 8 setelah itu menyusul ruang kepala sekolah. Niat hati ingin membangun tapi keadaan dana yang sangat minim apa lagi jumlah siswa hanya 24 siswa dari kls 7 sampai kelas 9, harapan kami ada bantuan dari pemerintah,” ungkap Albertus dihubungi via pesan singkat.

Albertus mengatakan belum ada bantuan dari pemerintah baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk perbaikan gedung sekolah, padahal sekolah ini sudah lama berdiri.

“Belum ada pembangunan, padahal kami ingin sekolah ini direnovasi untuk membuat nyaman siswa dan guru saya belajar mengajar,” kata Albertus.

Kondisi SMP Negeri 3 Selimbau ini menjadi potret buruknya kualitas pendidikan di daerah terutama sarana dan prasarana penunjang. Padahal pendidikan merupakan ujung tombak untuk memberikan ilmu kepada siswa.

Ini berbanding terbalik dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digaungkan pemerintah. Program yang diklaim menciptakan jutaan lapangan kerja ini, menyedot anggaran hingga Rp 335 Triliun.

Padahal sarana dan prasarana pendidikan baiknya lebih dulu dikedepankan mengingat masih banyak sekolah seperti SMP 3 Selimbau di Indonesia yang masih belum terjamah pembangunan. (Dd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *