PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kembali menegaskan komitmennya dalam pembangunan daerah dengan menjadikan perbaikan infrastruktur jalan sebagai agenda utama, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyampaikan bahwa penanganan jalan provinsi akan difokuskan pada ruas-ruas yang mengalami kerusakan paling parah dan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

Langkah ini diambil untuk memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga, sekaligus mendukung kelancaran distribusi barang dan mobilitas warga di berbagai daerah.

Menurutnya, perbaikan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah yang saat ini masih dalam kebijakan efisiensi. Karena itu, pemerintah memprioritaskan titik-titik yang membutuhkan penanganan segera.

“Perbaikan jalan provinsi tetap menjadi prioritas. Kami fokus pada ruas yang rusak berat agar tetap bisa difungsikan dan konektivitas wilayah tidak terputus,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Ia menjelaskan, strategi yang diterapkan saat ini lebih menekankan pada penanganan fungsional, sehingga jalan tetap dapat dilalui, terutama pada jalur utama yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.

“Kami memahami harapan masyarakat untuk perbaikan permanen. Namun dalam kondisi saat ini, penanganan dilakukan bertahap. Yang penting akses tetap terbuka dan aktivitas masyarakat tidak terganggu,” jelasnya.

Sebagai bentuk realisasi, Pemprov Kalbar telah mengaktifkan kembali unit pemeliharaan jalan dan jembatan. Selain itu, peningkatan kualitas jalan juga dilakukan sepanjang 40,30 kilometer yang tersebar di 22 ruas pada Tahun Anggaran 2025.

Tak hanya fokus pada jalan, pemerintah juga memperkuat infrastruktur pendukung lainnya, seperti pengelolaan irigasi yang kini menjangkau 9.172 hektare lahan pertanian, serta normalisasi saluran sepanjang 1.035 kilometer guna menunjang produktivitas sektor pertanian.

Meski begitu, pemerintah mengakui berbagai tantangan masih dihadapi dalam pembangunan infrastruktur di Kalbar, mulai dari faktor cuaca dengan curah hujan tinggi, kondisi geografis, hingga beban kendaraan berat yang mempercepat kerusakan jalan.

Namun demikian, Ria Norsan menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah.

“Dengan berbagai kendala tersebut, kami tetap berupaya agar kualitas jalan di Kalbar terus meningkat dari waktu ke waktu,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga mengapresiasi perhatian dan masukan masyarakat terkait kondisi jalan. Partisipasi publik dinilai penting sebagai bentuk pengawasan sekaligus dukungan dalam proses pembangunan.

Ke depan, pemerintah berharap sinergi dengan masyarakat terus terjaga agar upaya peningkatan keselamatan, kenyamanan, serta konektivitas antarwilayah di Kalimantan Barat dapat berjalan lebih optimal.(Ara)