PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menyampaikan pesan persatuan saat menghadiri perayaan malam Cap Go Meh dan Festival Lampion di Pontianak, Kalimantan Barat. Dalam sambutannya, ia menyoroti makna simbolis cahaya lampion dan obor yang menerangi langit malam.
“Malam hari ini kita melihat cahaya lampion begitu banyak di Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak. Tadi saya juga baru saja melepas obor, yang mana obor itu melambangkan cahaya, dan lampion juga melambangkan cahaya,” ujar Norsan, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, dua sumber cahaya tersebut menjadi simbol persaudaraan yang menyatu dalam keberagaman masyarakat Kalimantan Barat. Ia menegaskan bahwa momentum ini mencerminkan keharmonisan antara masyarakat Tionghoa dan Melayu yang hidup berdampingan.
“Ini melambangkan bahwa masyarakat Tionghoa dan masyarakat Melayu menjadi satu dalam persaudaraan. Tidak ada lagi perbedaan yang memisahkan kita,” tegasnya.
Gubernur juga berharap perayaan tahun baru Imlek ini membawa keberkahan bagi masyarakat, khususnya di Kalimantan Barat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan bersama-sama membangun daerah.
“Mari kita bersatu untuk Kalimantan Barat, rumah besar kita yang harus kita majukan bersama,” katanya.
Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Norsan menyampaikan ucapan selamat menyambut Tahun Baru Imlek dan mengapresiasi partisipasi masyarakat yang hadir memeriahkan perayaan tersebut.
“Semoga membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat. Terima kasih atas kebersamaan kita malam hari ini” tutupnya.(Ara)
