KUBU RAYA – Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia Tahun 2026, RSUD dr. Soedarso bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kalimantan Barat menggelar Seminar Awam serta Skrining Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Tumor Payudara.

Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker. Seminar menghadirkan narasumber dari tenaga medis dan organisasi profesi yang memberikan edukasi terkait faktor risiko, tanda dan gejala awal kanker, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Ketua YKI Cabang Kalimantan Barat dalam sambutannya menyampaikan bahwa kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia maupun di Indonesia. Berdasarkan data global, jumlah kasus kanker diproyeksikan terus meningkat, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif yang masif dan berkelanjutan.

Di Indonesia, tercatat 396.314 kasus baru dan 234.511 kematian (Globocan 2020). Kanker payudara (65.858 kasus) dan kanker leher rahim (36.633 kasus) menjadi yang tertinggi pada perempuan, sementara kanker paru (34.783 kasus) dan kolorektal (34.189 kasus) tertinggi pada laki-laki.

Di Kalimantan Barat, data SIRS Online 2025 menunjukkan 1.545 kasus kanker payudara dan 708 kasus kanker serviks menjadi yang terbanyak dirawat di rumah sakit. Dari sisi pembiayaan, kanker termasuk penyakit katastropik dengan biaya tertinggi kedua setelah jantung, mencapai Rp3,5 triliun (BPJS).

Momentum Hari Kanker Sedunia 2026 mengusung tema United by Unique. Indonesia Satu Melawan Kanker. Kabar baiknya, layanan kemoterapi telah tersedia di RSUD dr. Soedarso sejak 2022 dan gedung radioterapi resmi beroperasi pada 2024, sehingga masyarakat Kalbar tidak perlu lagi berobat ke luar daerah.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *