PONTIANAK – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di kota Pontianak sudah semakin memprihatinkan. Antrean mengular kendaraan terjadi hampir di seluruh SPBU.
Warga mengantre mulai dari pagi hingga malam hari menunggu SPBU buka dan berharap mendapatkan BBM jenis Pertalite. Bahkan ada salah satu pengantre mengalami pingsan saat mengantre di SPBU Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara. Pengantre yang seorang ibu diduga kelelahan karena cuaca panas saat mengantre.
Sementara salah satu pengantre, Diono mengatakan sudah mengantre sejak dari subuh hari. Ia mengaku sudah pergi ke beberapa SPBU di Pontianak namun tidak mendapatkan BBM.
“Saya sudah keliling ke sejumlah SPBU, tapi tutup. Ini antre di SPBU Saigon ni mudah-mudahan dapat. Kalau kayak gini bagaimana mau lebaran ni,” ujar Diono saat ditemui di SPBU Jalan Tanjung Raya II Pontianak Timur, Jumat (20/3/2026).
Sementara itu, Wali Kota Pontianak memerintahkan SPBU untuk beroperasi 24 jam dan memberikan layanan maksimal kepada warga. Selain itu Pertamina juga diminta untuk memasok BBM ke SPBU sebelum stok kosong.
“Kita minta Pertamina untuk mengatur distribusi dengan lebih baik, sehingga pengisian di SPBU dilakukan sebelum stok kosong,” ujarnya.
Pertamina mengklaim jika stok BBM masih aman, Pertamina terus memaksimalkan distribusi dari Terminal BBM Pontianak untuk memastikan pasokan tetap terjaga.
“Penyaluran sudah kami lakukan semaksimal mungkin sesuai kebutuhan, kami juga memastikan stok di terminal tetap tersedia agar distribusi ke SPBU lancer.” ungkap Eksekutif General Manajer Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Ishafani. (Dd)

