KUBU RAYA – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Iwansyah, menegaskan bahwa kualitas kesehatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, khususnya kualitas air dan udara. Dalam kondisi udara yang tidak sehat, seperti saat terjadi kabut asap, risiko gangguan kesehatan meningkat dan perlu diantisipasi secara serius.

“Kesehatan seseorang itu sangat dipengaruhi oleh lingkungan, terutama kualitas air dan udara. Jika kualitas udara tidak sehat, tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat,” ujar Iwansyah di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, paparan udara yang tercemar dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, salah satunya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kubu Raya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan warga.

Langkah pertama yang dilakukan adalah edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat terkait bahaya kabut asap serta upaya pencegahan yang bisa dilakukan secara mandiri. Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat terpaksa beraktivitas di luar rumah dan membatasi aktivitas luar ruangan jika tidak mendesak, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.

“Kalau tidak perlu-perlu benar, sebaiknya masyarakat tidak keluar rumah saat kualitas udara buruk. Jika harus keluar, wajib menggunakan masker,” tegasnya.

Langkah kedua, Dinas Kesehatan melakukan pemantauan melalui early warning system guna mendeteksi potensi peningkatan wabah penyakit, khususnya ISPA. Pemantauan dilakukan dengan menelusuri dan menganalisis data kasus ISPA yang masuk di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Memang sudah ada peningkatan kasus ISPA, namun sejauh ini belum signifikan. Tetap kita pantau secara ketat karena kondisi cuaca sangat dinamis,” jelas Iwansyah.

Langkah ketiga, Dinkes Kubu Raya memperkuat kesiapan layanan kesehatan dengan menjamin ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, termasuk oksigen dan kebutuhan medis lainnya. Seluruh fasilitas kesehatan disiagakan untuk menangani lonjakan kasus ISPA jika terjadi.

Ia juga menekankan bahwa kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit penyerta menjadi perhatian utama dalam situasi kualitas udara buruk.

Terkait ketersediaan tenaga kesehatan, Iwansyah mengakui bahwa jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Kubu Raya saat ini masih belum ideal, meski secara umum dinilai cukup untuk pelayanan dasar. Saat ini, terdapat sekitar 1.600 tenaga kesehatan yang tersebar di 21 puskesmas, 75 puskesmas pembantu, 133 poskesdes, serta rumah sakit di wilayah Kubu Raya.

“Kebutuhan ideal tentu masih kurang, terutama dokter spesialis. Namun saat ini kami terus melakukan penguatan,” ujarnya.(Ara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *