KUBU RAYA – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya mulai dirasakan pada sektor kesehatan. Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah memicu meningkatnya keluhan gangguan pernapasan pada masyarakat, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Menyikapi kondisi tersebut, RSUD Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI) Kabupaten Kubu Raya menyiapkan langkah antisipatif dengan menerapkan skema penanganan khusus bagi pasien terdampak kabut asap.

Direktur RSUD TBSI, dr. Asep Ahmad Saefullah, mengatakan kesiapsiagaan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal jika terjadi lonjakan kasus.

“RSUD TBSI sudah menyiapkan pola penanganan ISPA sebagai dampak karhutla. Saat ini, keluhan terbanyak yang kami tangani memang berkaitan dengan gangguan pernapasan,” ujar dr. Asep, Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan data sementara, jumlah pasien ISPA yang datang ke rumah sakit masih dalam kategori terkendali. Namun, kelompok usia anak-anak dan lanjut usia menjadi kelompok yang paling rentan terdampak paparan asap.

“Untuk layanan rawat jalan, terdapat enam pasien ISPA, ditambah satu pasien anak, sehingga total tujuh pasien yang telah kami tangani sejak kabut asap terjadi,” jelasnya.

Meski belum menunjukkan lonjakan signifikan, dr. Asep mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak lanjutan karhutla. Selain ISPA, paparan gas karbon monoksida (CO) juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serius.

“Karbon monoksida bisa menyebabkan keracunan jika terhirup dalam jumlah tertentu. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar tidak menambah sumber polusi, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar,” tegasnya.

Ia juga menyarankan masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker saat terpaksa beraktivitas di luar rumah. Penggunaan masker dinilai efektif untuk mengurangi risiko terpapar partikel berbahaya di udara.

“Gejala ringan keracunan CO bisa berupa pusing, mual, muntah, dan cepat lelah. Jika kondisi memburuk, bisa terjadi gangguan jantung, nyeri dada, hingga penurunan kesadaran. Bila merasakan gejala tersebut, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” imbaunya.

Sementara bagi warga yang tidak mengalami keluhan, dr. Asep menyarankan untuk menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, asupan gizi seimbang, serta memperbanyak konsumsi air putih.

RSUD TBSI memastikan akan terus memantau perkembangan situasi karhutla dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, sekaligus menyesuaikan langkah penanganan jika kondisi udara semakin memburuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *