PONTIANAK – Musim durian kembali membawa berkah bagi pelaku usaha lokal. Durian Jemongko, yang dipasarkan di kawasan pusat UMKM Pontianak Jalan Letkol Sugiono diserbu pembeli hingga ribuan buah habis dalam waktu singkat.

Dalam dua hari penjualan, sedikitnya 1.200 buah durian Jemongko ludes terjual.
Pemilik usaha Durian Jemongko, Ditya Galih, mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap durian khas dari Desa Jemongko ini terus meningkat setiap musimnya.

“Ini sudah tahun kelima kami berjualan. Awalnya hanya coba ambil sekitar 400 buah dari kampung, tidak ada niat jualan. Tapi ternyata respons teman-teman sangat bagus, akhirnya kami putuskan fokus ambil durian dari satu desa saja, yaitu Desa Jemongko,” ujar Ditya, Selasa (16/12/2025).

Menurutnya, durian Jemongko hanya dipanen satu kali dalam setahun, tergantung musim. Dalam kondisi normal, masa penjualan berlangsung sekitar satu bulan. Harga durian pun relatif terjangkau, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp80 ribu per buah, tergantung ukuran.

“Buah yang kami jual itu durian segar, tidak menginap. Kalau hari ini habis cepat, ya kami tutup lebih awal. Besok subuh kami langsung berangkat lagi ke kampung, jadi buah yang datang sore hari itu durian yang baru jatuh paginya,” jelasnya.

Tak heran, kualitas inilah yang membuat pelanggan rela datang berulang kali, bahkan ikut war durian.

Salah satu pelanggan, Lolex mengaku sudah tiga tahun rutin berburu durian Jemongko setiap musim tiba.

“Sejak pertama dikenalkan sama Bang Sando, saya langsung jatuh cinta. Sampai sekarang masih selalu ngejar durian Jemongko karena rasanya variatif, teksturnya juga beda-beda tiap buah,” kata Lolex.

Ia bahkan mengaku sempat ikut antre ketat demi mendapatkan durian favoritnya.
“Tadi sore sempat war, tapi nggak kebagian. Habis magrib saya balik lagi, alhamdulillah masih dapat,” tambahnya.

Lolex berharap ke depan Durian Jemongko bisa berkembang tidak hanya menjual buah segar, tetapi juga produk turunan.
“Mungkin bisa dikembangkan ke produk olahan, kayak es durian Jemongko atau olahan lainnya, jadi lebih variatif,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *