PONTIANAK – Berawal dari hobi ngopi, Elsana Coffee kini menjadi salah satu usaha kopi lokal yang terus berkembang di Kalimantan Barat. Berdiri sejak tahun 2022, Elsana Coffee kini telah memiliki enam outlet dan satu cabang tambahan yang tengah dalam tahap persiapan.

Pemilik Elsana Coffee, Afnur Ricky Amru, mengungkapkan bahwa usaha ini didirikan bersama dua rekannya, Ade dan Denis. Ketiganya memiliki ketertarikan yang sama terhadap dunia kopi, yang kemudian mendorong lahirnya ide untuk membuka kedai kopi sendiri.

“Awalnya kami sering ngopi di coffee shop, kalau dihitung-hitung pengeluarannya lumayan. Dari situ muncul ide, kenapa tidak bikin coffee shop sendiri saja,” ujar Ricky, Kamis (17/12/2025).

Outlet pertama Elsana Coffee dibuka secara sederhana di kawasan Urai. Tanpa konsep mewah, Elsana hadir dengan niat awal sekadar menikmati kopi racikan sendiri. Namun, seiring waktu dan kepercayaan pelanggan, Elsana terus berkembang hingga kini memasuki cabang ketujuh.

Nama Elsana sendiri memiliki makna mendalam. Ricky menjelaskan, nama tersebut merupakan singkatan dari nama tiga ibu pemilik usaha, yakni Elina, Nursiah, dan Rosnah.

“Banyak yang kira Elsana itu nama perempuan karena logonya. Padahal ini singkatan nama mama kami bertiga,” jelasnya.

Saat ini, Elsana Coffee telah hadir di sejumlah lokasi, mulai dari Urai, Urib, Entikong, kawasan Universitas Tanjungpura, Sintang, hingga outlet terbaru di Jalan Surya. Masing-masing outlet sengaja dibuat dengan konsep berbeda agar pelanggan mendapatkan pengalaman yang beragam.

“Setiap outlet kita buat beda konsep, supaya customer dapat experience yang berbeda saat datang ke Elsana,” tambah Ricky.

Tak hanya memperluas jaringan outlet, Elsana Coffee juga terus menghadirkan inovasi menu. Di outlet Surya, Elsana memperkenalkan New Signature Series dan Kiss Series, seperti Tiramisu Coffee dan Black Forest Coffee, yang belum tersedia di outlet lainnya.

Ke depan, Elsana Coffee menargetkan ekspansi lebih luas. Ricky menyebutkan bahwa pihaknya berharap dapat membuka minimal satu outlet di setiap kabupaten di Kalimantan Barat, bahkan bermimpi untuk melangkah ke tingkat nasional.

“Angan-angannya tentu go nasional. Mohon doanya, semoga Allah mudahkan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *