KAPUAS HULU – Polres Kapuas Hulu mencatatkan kinerja signifikan dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika sepanjang tahun 2025. Tercatat sebanyak 36 laporan polisi kasus narkoba ditindaklanjuti, meningkat 25,9 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya 27 kasus.
Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Roberto Aprianto Uda, mengungkapkan dari puluhan kasus tersebut, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti dalam jumlah besar berupa 83 kilogram sabu senilai Rp83 miliar serta 53.210 butir ekstasi, dengan total 45 orang tersangka.
“Meski jumlah laporan meningkat, tingkat penyelesaian perkara juga melonjak signifikan. Sepanjang 2025, sebanyak 35 kasus narkoba berhasil diselesaikan, jauh meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 11 kasus,” ujar Kapolres dalam keterangan pers, Rabu (31/12/2025).
Ia menjelaskan, lonjakan pengungkapan tersebut turut diikuti peningkatan volume barang bukti. Penyitaan sabu naik drastis dari 37 kilogram pada 2024 menjadi 83 kilogram di 2025, sementara ekstasi melonjak tajam hingga puluhan ribu butir.
Keberhasilan ini, kata dia, tidak terlepas dari pengungkapan kasus besar di wilayah perbatasan.
Selain narkotika, Polres Kapuas Hulu juga mencatat penurunan kejahatan menonjol sebesar 30 persen, dari 55 laporan pada 2024 menjadi 39 laporan di 2025. Penurunan paling signifikan terjadi pada kasus persetubuhan anak di bawah umur yang turun hingga 63,6 persen.
Namun demikian, Kapolres mengakui terdapat peningkatan pada kasus tertentu, salah satunya perkara Minerba yang mengalami kenaikan laporan sebesar 44,4 persen.
“Fokus kami tetap pada penanganan kasus-kasus menonjol, termasuk penindakan tegas terhadap aktivitas tambang ilegal demi perlindungan lingkungan,” tegasnya.
Di bidang lalu lintas, tren penindakan pelanggaran mengalami kenaikan tajam. Sepanjang 2025, tercatat 267 pelanggaran ditilang, naik 292,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya 68 tilang. Sementara angka kecelakaan lalu lintas justru menurun dari 12 kasus menjadi 11 kasus.
Dari sisi sumber daya manusia, jumlah personel Polres Kapuas Hulu pada 2025 tercatat sebanyak 596 orang, menurun dari 606 personel pada tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan mutasi, anggota yang memasuki masa pensiun, serta adanya personel yang meninggal dunia. Meski demikian, dari total Daftar Susunan Personel (DSP) sebanyak 1.730, Polres Kapuas Hulu mengaku tetap optimistis menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah yang luas.
Sepanjang 2025, Polres Kapuas Hulu juga menorehkan sejumlah prestasi dan penghargaan. Di antaranya peringkat 1 nilai Indikator Kinerja Pelaksana Anggaran (IKPA) kategori pagu besar semester I 2025 dari KPPN Putussibau, serta peringkat 3 kinerja pertanggungjawaban keuangan terbaik semester I 2025.
Selain itu, Polres Kapuas Hulu meraih peringkat 2 pengelolaan pagu anggaran Rp50–100 miliar dari Kanwil DJPb Kalimantan Barat. Satlantas Polres Kapuas Hulu juga berhasil menyabet peringkat pertama laporan media pada Rapat Kerja Teknis Lalu Lintas Polda Kalbar 2025, serta juara 2 pengelolaan media sosial terbaik di lingkungan Polda Kalimantan Barat.
“Penghargaan ini menjadi bukti komitmen kami dalam pengelolaan anggaran yang transparan, serta penguatan komunikasi publik yang akuntabel,” pungkas Kapolres.
