PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini banjir rob yang diperkirakan terjadi pada Januari 2026 ini, mulai pukul 02.30 hingga 10.30 WIB. Ketinggian pasang air laut diprediksi mencapai dua meter, melampaui catatan pasang tertinggi pada bulan sebelumnya.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan bahwa potensi banjir rob kali ini perlu diwaspadai secara serius karena lebih tinggi dibandingkan kejadian Desember lalu yang mencapai sekitar 1,8 meter dan sempat menimbulkan genangan di sejumlah wilayah Pontianak.
“Ketinggian air yang diperkirakan ini lebih besar dibandingkan Desember lalu. Saat itu pasang rob mencapai 1,8 meter dan berdampak pada beberapa kawasan,” ujar Edi, Minggu (4/1/2026).
Menurutnya, wilayah yang berada di sepanjang tepian Sungai Kapuas menjadi kawasan paling rentan terdampak sehingga membutuhkan kesiapsiagaan ekstra dari seluruh pihak terkait.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Pontianak telah mengaktifkan posko-posko kedaruratan di sejumlah titik rawan banjir, di antaranya Nipah Kuning, Pontianak Utara, dan Pontianak Timur. Posko tersebut disiagakan untuk mempercepat koordinasi, pemantauan, serta penyaluran bantuan kepada warga jika terjadi genangan.
“Dari sisi mitigasi, kami sudah menyiapkan posko kesiapsiagaan di lokasi-lokasi rawan seperti Nipah Kuning serta wilayah Pontianak Utara dan Pontianak Timur agar respons terhadap dampak banjir rob bisa dilakukan dengan cepat,” tambahnya.
