PONTIANAK – Ratu Modiste Course kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak desainer muda berbakat melalui gelaran runway bertajuk “Benang Muda: Dari Kelas ke Runway” di Port 99 Jalan Komodor Yos Sudarso, Sabtu (11/1/2025) malam. Acara ini menjadi wadah bagi para peserta kursus menjahit untuk menampilkan hasil karya mereka secara langsung di panggung fashion.
Owner Ratu Modiste Course, Anri Lestari, menjelaskan bahwa para peserta telah melalui proses pembelajaran yang tidak singkat. Pelatihan berlangsung selama kurang lebih 4 hingga 6 bulan, dengan durasi belajar sekitar 2–3 jam per pertemuan dan tidak dilakukan setiap hari.
“Prosesnya pelan-pelan, tidak dipaksa dan tidak diburu-buru. Semua dipersiapkan sampai benar-benar matang, karena ini kursus menjahit sambil belajar,” ujar Anri saat diwawancarai rekan media.
Tema “Benang Muda” sendiri menggambarkan semangat para generasi muda yang sedang merintis langkah di dunia fashion. Runway ini menjadi media perkenalan fashion sekaligus wadah aktualisasi bagi desainer dan model muda yang selama ini hanya belajar di kelas.
“Biasanya mereka hanya kursus dan latihan saja. Dengan adanya runway ini, apa yang mereka pelajari bisa langsung ditunjukkan secara nyata,” tambahnya.
Tahun ini menjadi momen istimewa karena merupakan tahun pertama Ratu Modiste Course menggelar runway yang sepenuhnya diisi oleh murid internal. Sebelumnya, Ratu Modiste sempat bergabung dengan desainer lain dan hanya mengikutsertakan lima peserta.
Dalam gelaran kali ini, tercatat 39 model menampilkan karya dari 17 desainer muda, yang seluruhnya berasal dari Kalimantan Barat. Tidak hanya dari Pontianak, peserta juga datang dari berbagai daerah seperti Sibau, Sintang, Ngabang, Ketapang, Anjungan, hingga Pontianak.
“Mereka datang dari daerah masing-masing dan khusus datang ke Pontianak untuk belajar,” jelas Anri.
Untuk mencapai tahap tampil di runway, para peserta umumnya menempuh pelatihan minimal 6 bulan hingga 1 tahun, dengan hasil perkembangan mulai terlihat setelah enam bulan pertama.
Meski demikian, Anri mengakui bahwa tantangan dalam penyelenggaraan acara tetap ada, terutama dalam mengelola banyak orang dengan karakter dan pendapat yang berbeda.
“Namanya kerja ramai-ramai, pasti ada perbedaan mood dan karakter, itu saja tantangannya,” katanya.
Seluruh desainer dalam kursus ini merupakan perempuan, mengingat Ratu Modiste Course saat ini fokus pada pembelajaran busana wanita. Materi yang diajarkan meliputi pembuatan pola, menjahit, beading, payet, ilustrasi busana, hingga pattern making.
Pada runway “Benang Muda” ini, Ratu Modiste Course mengangkat tiga tema utama, yaitu Glamstar, Kids Funny Boom, dan Culture Harmony Kids. Tema-tema tersebut sengaja dipilih untuk memberikan ruang eksplorasi bagi para desainer muda yang masih mencari jati diri dan karakter desain mereka.
“Karena mereka masih baru, jadi kami beri beberapa tema agar mereka bisa mencoba dan menemukan jiwa desainnya sendiri,” tutup Anri.
Ke depan, Ratu Modiste Course berencana menjadikan runway ini sebagai agenda tahunan guna terus melahirkan desainer-desainer muda berbakat dari Kalimantan Barat.(Ara)
