PONTIANAK — Ria Hoiriyah mengaku kecewa atas kembali diundurnya konser yang diselenggarakan oleh pihak Epilog. Ia menyampaikan kekecewaannya lantaran telah melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari demi menonton konser tersebut.

Ria menjelaskan, dirinya membeli tiket konser semata-mata karena ingin menonton Febi. Ia membeli sebanyak lima tiket kategori VVIP dengan total pembayaran sekitar Rp1,9 juta dalam satu transaksi.

“Saya memang dari awal pengen nonton Febi. Tiket yang saya beli itu lima tiket VVIP, satu transaksi semuanya,” ujar Ria saat diwawancarai di sebuah cafe, Senin (12/1/2025).

Ia mengungkapkan bahwa konser tersebut sebelumnya telah mengalami penjadwalan ulang. Awalnya dijadwalkan pada tanggal 10, kemudian kembali diundur dan dijadwalkan ulang pada Agustus 2026. Menurutnya, informasi penundaan justru diterima pada hari pelaksanaan konser.

“Dari jauh-jauh hari saya sudah ajukan cuti kerja. Tapi tiba-tiba konsernya batal. Ini sudah yang kedua kali di-reschedule. Pemberitahuan itu malah datang subuh, sudah hari H konser,” ungkapnya.

Ria mengaku sempat mendatangi lokasi acara pada hari pelaksanaan, Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, ia tidak menemukan tanda-tanda adanya persiapan konser di lokasi tersebut.

“Sore hari saya sempat lewat ke lokasi, tapi tidak ada aktivitas penyelenggaraan sama sekali. Malamnya baru dapat notifikasi kalau konser diundur,” katanya.

Terkait hal tersebut, Ria berharap apabila konser benar-benar batal, pihak penyelenggara dapat segera mengembalikan dana pembelian tiket. Ia menilai pengembalian dana penting agar para penonton tidak terus dirugikan.

“Kalau memang batal, harapan saya uang tiket bisa segera dikembalikan. Masih banyak konser lain, jadi dananya bisa dialihkan,” ujarnya.

Ria juga menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada kejelasan resmi dari pihak penyelenggara terkait kelanjutan acara maupun mekanisme pengembalian dana. Upaya yang dilakukannya baru sebatas menghubungi akun Instagram Epilog untuk mendesak kejelasan.

“Sampai sekarang belum ada informasi apa pun. Kami berharap ada itikad baik dari pihak penyelenggara untuk memberikan kepastian,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ria tidak menutup kemungkinan akan menempuh jalur hukum apabila tidak ada kejelasan dan itikad baik dari pihak promoter. Namun, langkah tersebut masih menunggu bukti dan laporan dari korban lainnya.

“Rencana ke arah sana ada. Tapi tentu harus kumpulkan bukti dari korban lain juga. Kalau sendiri kan tidak cukup,” jelasnya.

Ia menegaskan, apabila dana tidak segera dikembalikan dan tidak ada kejelasan lanjutan dari pihak penyelenggara, maka laporan ke pihak kepolisian menjadi langkah terakhir yang akan ditempuh.

“Kalau tidak ada etiket baik dari pihak promoter, terpaksa kasus ini akan kami laporkan karena sudah merugikan banyak orang,” tegas Ria.(Ara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *