PONTIANAK — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalbar untuk membuka ruang investasi yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berpihak pada masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Krisantus saat menghadiri forum Your Gateway to Investing in Indonesia yang berlangsung di vOffice Indonesia HQ, Centennial Tower Lantai 29, Jalan Gatot Subroto Kav. 23, Jakarta. Kegiatan ini mempertemukan investor asal Tiongkok dengan pemerintah Indonesia sebagai upaya memperkuat kerja sama investasi lintas negara.
Menurut Krisantus, forum tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi unggulan Kalimantan Barat sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.
“Pertemuan ini dapat dikatakan sebagai pertemuan dua negara, antara investor Cina dan Indonesia. Ini peluang besar yang harus kita sambut dengan kesiapan dan komitmen bersama,” ujarnya, Rabu (14/1/2025).
Dalam paparannya, Krisantus menjelaskan bahwa Kalimantan Barat memiliki potensi investasi yang luas di berbagai sektor. Namun demikian, ia menegaskan bahwa investasi yang masuk harus memberi dampak nyata bagi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menekankan bahwa orientasi investasi tidak boleh semata-mata mengejar keuntungan, tetapi juga harus berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat lokal.
“Kami mendorong investasi yang mampu menggerakkan ekonomi daerah dan memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan asli daerah Kalimantan Barat,” tegasnya.
Krisantus juga mengingatkan pentingnya penghormatan terhadap budaya serta kearifan lokal. Ia berharap para investor yang beroperasi di Kalimantan Barat dapat menyesuaikan diri dengan nilai-nilai lokal yang ada.
“Kearifan lokal harus tetap dijaga dan dilestarikan. Kami terbuka bagi investor dari dalam maupun luar negeri, namun tetap dalam bingkai penghormatan terhadap budaya daerah,” katanya.
Selain aspek sosial dan budaya, Krisantus menaruh perhatian besar pada isu lingkungan. Ia menegaskan bahwa Kalimantan Barat menginginkan investasi yang ramah lingkungan dan berorientasi jangka panjang, khususnya dalam menjaga kelestarian hutan.
“Kalimantan Barat harus memelihara hutannya. Investasi yang masuk wajib berwawasan lingkungan. Mari datang ke Kalbar dan bangun kerja sama yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Sementara itu, Advisor to vOffice Group, Sandiaga Salahuddin Uno, menyambut positif forum tersebut sebagai langkah memperkuat hubungan kerja sama antara Indonesia dan China. Ia berharap kolaborasi ini mampu mendorong masuknya investasi ke Kalimantan Barat sekaligus mempercepat alih teknologi dan inovasi.
“Semoga kerja sama ini terus berkembang dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga mencapai target 8 persen sebagaimana arahan Presiden,” ungkap Sandiaga.
Ia menambahkan, vOffice bersama ekosistem bisnis yang dimilikinya siap mendukung investor dan pelaku usaha asing maupun domestik dalam melihat Indonesia sebagai tujuan investasi yang terpadu dan menjanjikan.
