SANGGAU – Seorang ibu rumah tangga bernama Lilis Safitri (37) warga komplek Bina Marga Kelurahan Bunut Kecamatan Kapuas divonis menderita kanker stadium 4. Ia baru sadar menderita penyakit yang tak pernah Ia bayangkan sebelumnya itu sekitar lima bulan lalu.
Ditemui wartawan, Lilis Safitri menceritakan kisah hidupnya yang serba kekurangan ditengah penyakit yang ia derita.
“Saya lima bulan lalu baru tahu kalau saya menderita kanker stadium 4 setelah menjalani pengobatan di rumah sakit. Saat ini saya menjalani kemoterapi di RSUD Soedarso Pontianak,” kata Lilis bercerita, Minggu (18/1/2026).
Beban hidup Lilis terasa semakin berat. Selain sebagai Ibu Rumah Tangga yang harus menghidupi keempat anaknya di tengah penyakit yang ia derita, kini ia tak lagi memiliki penopang hidup. Suami yang selama ini menjadi tumpuan keluarga harus menjalani proses hukuman akibat kesalahan yang dilakukannya.
“Anak saya yang sulung masih SMA, sedangkan yang bungsu baru berusia dua tahun,” ujarnya.
Lilis mengungkapkan kepedihannya yang mendalam atas penyakit yang ia derita. Kepedihannya itu bukan semata-mata karena penyakitnya saka, tapi ketidakberdayaannya menjadi ibu yang menjadi kebanggaan buat keempat anaknya.
“Sejak saya sakit, suami pun sedang menjalani proses hukuman, anak yang bungsu belum pernah minum susu, hanya air putih, selama ini kami hidup dari belas kasih tetangga,” ungkapnya.
Ditengah kisahnya yang pilu, Lilis menceritakan keinginannya melanjutkan kemoterapi keempat. Namun, keterbatasan biaya membuatnya berpikir ulang melanjutkan kemoterapi.
“Kalau kemoterapi ada BPJS dari Pemerintah, tapi kalau untuk ke Pontianak kan butuh biaya juga, itu yang membuat saya khawatir antara melanjutkan atau pasrah dengan keadaan,” terangnya.
Tetangga Lilis, Sri Yat Aini mengaku prihatian atas cobaan hidup yang dialami Lilis Safitri bersama keempat anaknya.
“Dari mulai hamil anak yang bungsu sampai diuji lagi dengan penyakit yang mematikan, tentu bukan hal yang mudah bagi perempuan seperti Lilis,” cerita Sri Yat Aini, tetangga Lilis.
Sebagai tetangga, Sri berharap Lilis bisa melanjutkan pengobatannya ke Pontianak hingga sembuh mengingat Ia masih memiliki keempat anaknya yang butuh sosok seorang Ibu.
“Operasinya sebentar lagi, butuh cukup banyak biaya selama di Pontianak, semoga ada bantuan dari dermawan yang bersedia membantunya,” pungkasnya berharap. (Abang Indra).
