KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama DPRD menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan pembangunan jalan-jalan poros strategis yang diberi nama jalan poros ekonomi.

Menurut Sujiwo, jalan poros ekonomi memiliki peran vital sebagai pemicu utama pergerakan ekonomi masyarakat. Setelah infrastruktur tersebut terbangun, arus barang dan jasa akan semakin lancar sehingga peluang usaha di berbagai sektor ikut bermunculan.

“Ketika pergerakan ekonomi terjadi, otomatis peluang usaha muncul. Kalau peluang usaha tumbuh, maka pertumbuhan ekonomi meningkat. Ujungnya adalah kesejahteraan masyarakat,” ujar Sujiwo, Senin (19/12026).

Ia menjelaskan, meningkatnya kesejahteraan masyarakat akan berdampak langsung pada perbaikan kualitas pendidikan, kesehatan, serta menurunnya angka pengangguran dan kemiskinan. Jalan poros ekonomi juga menjadi sarana transportasi utama bagi tenaga pendidik, tenaga kesehatan, pelajar, TNI-Polri, aparatur sipil negara, petani, hingga masyarakat umum.

“Semua menggunakan jalur ini. Hasil kebun, hasil pertanian, hasil laut bisa lancar dijual. Itu sebabnya kami bersama DPRD sepakat fokus menyelesaikan jalan poros ekonomi,” tegasnya.

Di tengah tantangan fiskal akibat pemotongan transfer ke daerah yang mencapai hampir Rp400 miliar, Sujiwo memastikan pelayanan publik tetap berjalan dan pembangunan infrastruktur tidak akan terganggu. Ia menyebutkan, hingga awal tahun ini telah berjalan pekerjaan infrastruktur dengan nilai sekitar Rp250 miliar dari berbagai sumber pendanaan.

Salah satu proyek utama adalah pembangunan ruas jalan Pinang Luar–Pinang Dalam–Kampung Baru–Air Putih hingga Ambawang Gunung sepanjang kurang lebih 40 kilometer. Proyek tersebut didukung Dana Bagi Hasil (DBH), APBD murni, serta tambahan anggaran hampir Rp20 miliar.

Selain itu, terdapat proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) dari Desa Durian menuju Pasak senilai hampir Rp20 miliar yang bersumber dari APBN.

Pemerintah daerah juga memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperjuangkan DPR RI, dengan dua titik pekerjaan jalan senilai Rp14,8 miliar dan Rp18,3 miliar yang ditargetkan selesai agar dapat dinikmati masyarakat menjelang Lebaran.

Tak hanya itu, bantuan senilai Rp93 miliar juga dialokasikan untuk pembangunan SPAM, serta pembangunan turap di sejumlah titik rawan seperti Berembang, Sungai Itik, dan Sungai Raya Dalam dengan total puluhan miliar rupiah.

Sujiwo menegaskan, seluruh capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi dan komunikasi politik yang kuat antara pemerintah kabupaten, DPRD, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat.

“Kalau kita tidak mampu membangun kolaborasi, bukan hanya stagnan, tapi bisa mundur. Ini ujian bagi kepala daerah, wakil kepala daerah, dan DPRD yang harus kita jawab bersama,” ujarnya. (Ara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *