PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antarprovinsi sebagai upaya mempercepat pembangunan daerah sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.

Menurut Ria Norsan, forum APPSI memiliki peran strategis dalam membangun keselarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Melalui pertemuan tersebut, para gubernur dapat saling bertukar pengalaman, berbagi solusi, serta menyusun langkah bersama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Forum APPSI menjadi ruang yang penting bagi seluruh gubernur untuk menyamakan persepsi, berbagi praktik terbaik, dan merumuskan langkah konkret guna mempercepat pembangunan di masing-masing daerah,” ujarnya saat menghadiri Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Aruna Senggigi Hotel, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, koordinasi yang terus diperkuat antardaerah akan membantu penyelesaian berbagai persoalan lintas wilayah, mulai dari penguatan ekonomi, peningkatan pelayanan publik, hingga tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.

Selain itu, Ria Norsan menilai setiap daerah perlu terus menghadirkan inovasi dalam mengelola potensi lokal agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, sinergi melalui APPSI juga akan memperkuat posisi pemerintah daerah dalam menyampaikan aspirasi dan kebutuhan pembangunan kepada pemerintah pusat.

“Kami memanfaatkan forum ini untuk berdiskusi, bertukar informasi, serta membahas berbagai isu strategis yang dihadapi pemerintah daerah sehingga dapat ditemukan solusi yang saling menguatkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa kepala daerah saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Mulai dari penyesuaian transfer ke daerah, realisasi program prioritas, hingga tingginya ekspektasi masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

Karena itu, Bima menilai forum APPSI menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat komunikasi antarkepala daerah sekaligus menjadi wadah berbagi pengalaman dalam menghadapi berbagai dinamika pemerintahan.

“Pertemuan seperti ini penting untuk saling memberikan inspirasi, memperluas perspektif, dan memperkuat kebersamaan antarkepala daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum APPSI Rudy Mas’ud menegaskan bahwa organisasi tersebut bukan sekadar tempat berkumpulnya para gubernur, tetapi juga menjadi media untuk memperkuat kerja sama dan menghasilkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan di daerah.

Ia mengatakan, melalui koordinasi yang semakin intensif, pemerintah provinsi diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus membangun komunikasi yang lebih efektif dengan pemerintah pusat.

Rapat kerja APPSI tahun ini mengangkat sejumlah agenda strategis, di antaranya reformulasi kebijakan pemberdayaan UMKM berbasis segmentasi dan rantai pasok guna memperkuat ketahanan ekonomi daerah, serta optimalisasi pendapatan daerah melalui penguatan potensi pajak air permukaan sebagai salah satu sumber peningkatan kapasitas fiskal.

Rudy juga mengajak seluruh pemerintah provinsi untuk terus menggali potensi pendapatan daerah secara kreatif dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Raker APPSI diikuti para gubernur, wakil gubernur, dan sekretaris daerah dari berbagai provinsi di Indonesia. Forum tersebut diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan secara nyata guna mendorong pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh daerah.(Ara)