KUBU RAYA – Bupati Kabupaten Kubu Raya, Sujiwo, menyatakan jumlah titik api akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya mengalami peningkatan yang sangatsignifikan.
Hingga hari ini, terpantau sekitar 84 titik api, meningkat drastis dibandingkan sebelumnya yang hanya berjumlah enam titik.
Meski demikian, Sujiwo menjelaskan sebagian besar titik api yang masih dapat dijangkaumenggunakan kendaraan roda dua maupun rodaempat, serta memiliki sumber mata air disekitarnya, hingga kini masih dapat dikendalikanoleh tim di lapangan.
Menyikapi kondisi tersebut, Sujiwo menegaskan akan memimpin langsung upaya penanganan karhutla dengan turun ke lapangan untuk memberikan arahan, dorongan, dan motivasi kepada seluruh personel yang terlibat.
“Saya akan langsung mengomandoi dan turun ke lapangan untuk memberikan arahan, dorongan, dan motivasi kepada BPBD, Damkar pemerintah, Damkar swasta, Masyarakat Peduli Api, serta institusi vertikal seperti Manggala Agni dan Polri. Kita akan terus berkoordinasi karena cuaca yangkita rasakan saat ini sangat panas dan titik apiterus menyebar,” ujarnya saat diwawancarai di Jalan Arteri Supadio, Jum’at (24/7/2026).
Sujiwo juga mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dalam kondisi apa pun. Menurutnya, keberhasilanpenanganan karhutla sangat bergantung pada kesadaran masyarakat.
“Saya menghimbau kepada seluruh anggotamasyarakat, mohon dengan segala hormat janganlakukan dengan dalih apa pun untuk membakar lahan. Kalau boleh saya bersujud, tolong jangan lakukan. Kita sudah berupaya semaksimal mungkin, tetapi tanpa kesadaran masyarakat, karhutla ini tidak akan bisa teratasi dengan baik,” katanya.
Terkait dampak karhutla terhadap aktivitas pendidikan, Sujiwo mengatakan PemerintahKabupaten Kubu Raya belum mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah-sekolah yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Pemerintah saat ini lebih mengedepankan langkah mitigasidengan melakukan pemantauan dan penanganan khusus terhadap sekolah-sekolah yang berada dikawasan rawan terdampak asap maupun kebakaran.
“Kita belum mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah. Yang kita lakukan adalah mitigasi dan lokalisir penanganan di sekolah-sekolah yang memang berada di wilayah rawan,” tutupnya.(Ara)

