SANGGAU – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkop dan UM) Kabupaten Sanggau, Shopiar Juliansyah mengungkap penyebab antrian di sejumlah SPBU di Kota Sanggau.

Kepada wartawan, Shopiar menyebut beberapa faktor yang menjadi pemicu masih terjadinya antrean di SPBU. Pertama, terjadi pengurangan kuota dari biasanya.

“Supply BBM ke SPBU di Sanggau di distribusikan setiap hari. Hanya saja ada kendala distribusi sehingga kuota BBM di beberapa SPBU sedikit berkurang dari sebelumnya,” kata Shopiar.

Terkendalanya distribusi, diakuinya dikarenakan depot Pertamina sintang yang biasanya menyupply ke beberapa SPBU Sanggau terkendala karena angkutan BBM lewat sungai akhir-akhir ini terhambat.

“Apalagi saat ini kondisi air sungai surut karena kemarau. Saat ini 2,5 hingga 3 meter kedalamannya sehingga menyulitkan distribusi. Saat ini kita di dukung depot Pertamina Pontianak dengan pembagian armada darat secara bergantian,” ungkapnya.

Penyebab antrian kedua, lanjutnya dikarenakan terjadi disparitas harga Pertamax dengan Pertalite yang cukup tinggi.

“Selisih Pertamax dengan Pertalite Rp6.250 sehingga konsumen Pertamax banyak yang beralih ke Pertalite sehingga antrian bertambah,” terangnya.

Ketiga, menjamurnya Pengecer yang menjual Pertalite.

“Kami kemarin mengirim Tiga orang petugas kami untuk mengawasi distribusi BBM di SPBU dalam Kota Sanggau. Dari pengawasan kami, masih ditemukan kendaraan yang mengantri berulang ulang,” bebernya.

Ia berharap, SPBU bisa mengatur antrian kendaraan. Jangan sampai membiarkan kendaraan mengantri berulang-ulang.

“Jika memang tertib saya yakin kuota kita saat ini cukup,” pungkasnya. (dra).