PONTIANAK – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, semakin ramai. Kondisi tersebut terjadi di tengah keterbatasan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang dirasakan masyarakat.

Kelangkaan BBM juga berdampak pada harga bensin yang dijual secara eceran. Warga menyebut harga bensin di sejumlah warung mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per liter, sementara harga di SPBU berada di kisaran Rp15.500 per liter.

Salah seorang warga, Maryani, mengatakan ketersediaan bensin di wilayah tersebut belum menentu. Menurutnya, terkadang BBM tersedia, namun pada waktu tertentu masyarakat kesulitan mendapatkannya.

“Kadang ada, kadang tidak ada. Untuk penyebab kelangkaannya kami juga belum tahu,” ujar Maryani saat dikonfirmasi tim media, Sabtu (3/10/2026).

Kondisi tersebut membuat masyarakat berharap ketersediaan BBM dapat kembali normal sehingga harga di tingkat pengecer tidak semakin membebani warga.

Masyarakat juga meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap kebutuhan BBM di wilayah pelosok. Sebab, bahan bakar menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja dan beraktivitas.

Di tengah kondisi harga kebutuhan pokok yang juga terus menjadi perhatian, warga berharap distribusi BBM ke daerah dapat berjalan lancar dan harga kembali terjangkau.(Ara)