PONTIANAK – Banjir rob kembali menggenangi sejumlah kawasan di Kota Pontianak terutama di wilayah dataran rendah. Sebagian warga tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya imbauan potensi pasang laut hingga dua meter.

Salah seorang warga, Dwi Istianto (60), mengatakan bahwa kondisi banjir rob yang terjadi saat ini tergolong lebih rendah dibandingkan kejadian pada bulan Desember lalu. Menurutnya, pada kejadian sebelumnya air sempat masuk ke rumahnya, sementara kali ini tidak.

“Yang ini agak rendah. Kalau yang kemarin-kemarin itu tinggi, sampai masuk. Sekarang tempat saya enggak masuk karena lebih tinggi, meski di tempat lain masih tergenang,” ujarnya saat diwawancarai di Jalan Gajah Mada, Senin (5/1/2025).

Ia menjelaskan bahwa kenaikan air baru terasa pada hari ini, sementara sehari sebelumnya belum terjadi pasang signifikan. Terkait peringatan BMKG mengenai potensi banjir rob hingga dua meter, Dwi mengaku masih meragukan ketinggian tersebut, meski tetap menganggap imbauan itu penting untuk disikapi.

“Kalau untuk dua meter, terus terang saya masih belum percaya. Tapi walaupun begitu, kita tetap harus waspada dan berpartisipasi,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Dwi mengaku telah memberikan arahan kepada anak-anak dan warga di lingkungannya untuk bersiap mencari tempat yang lebih tinggi apabila kondisi memburuk. Ia menyebut kawasan Pontianak Pos sebagai salah satu lokasi tertinggi yang bisa dijadikan tempat evakuasi sementara.

“Kalau sampai dua meter, ya kita lari ke tempat yang tertinggi. Untuk RT saya, saya sudah arahkan semuanya ke Pontianak Pos. Sudah izin juga,” jelasnya.

Menurut Dwi, untuk saat ini aktivitas warga masih berjalan normal. Ia menilai situasi belum perlu dibesar-besarkan agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat, meskipun kewaspadaan tetap harus dijaga.

“Saya kira masih seperti biasa saja. Kalau terlalu dibesar-besarkan nanti warga malah kurang tenang. Yang jelas, kalau memang sampai dua meter, kita sudah tahu harus ke mana,” tuturnya.

Ia pun mengimbau warga, khususnya di daerah rendah, untuk saling mengingatkan dan segera mencari tempat aman jika air terus naik.

“Pokoknya cari tempat yang tertinggi. Kalau sudah parah, langsung lari saja, jangan ragu,” pungkasnya.(Ara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *