PONTIANAK – Puluhan jamaah umrah mengaku resah setelah uang tambahan yang dipungut oleh sebuah biro perjalanan umrah tak kunjung dikembalikan hingga berbulan-bulan setelah kepulangan mereka ke Tanah Air. Total jamaah yang terdampak mencapai sekitar 40 orang, dengan nilai pungutan Rp2,6 juta per orang.
Salah satu korban, berinisial A (22), warga Kabupaten Sanggau, mengungkapkan bahwa dugaan penipuan ini terjadi saat dirinya bersama keluarga berangkat umrah menggunakan jasa travel PT Citra Mulya Eka Cemerlang pada 27 Juli 2025.
Menurut A (22), perjalanan dari Pontianak menuju Jakarta awalnya berjalan normal. Namun, setibanya di Jakarta, rombongan jamaah justru mengalami ketidakpastian jadwal keberangkatan ke Jeddah.
“Kami menunggu dari siang sampai sore tanpa kejelasan jadwal check-in. Lalu tiba-tiba datang orang yang kami tidak kenal, katanya kenalan pihak travel, dan meminta seluruh rombongan membayar uang Rp2,6 juta per orang,” ujarnya saat diwawancarai.
Orang tersebut berdalih uang itu sebagai dana talangan, dengan ancaman bahwa jamaah tidak akan diberangkatkan ke Jeddah jika tidak segera membayar. Dalam kondisi tertekan dan takut gagal berangkat umrah, seluruh jamaah akhirnya menyerahkan uang tersebut.
Pihak travel, katanya menjanjikan uang akan dikembalikan setibanya jamaah di Madinah. Namun janji itu tidak pernah ditepati.
“Sudah empat hari di Madinah, uang tidak dikembalikan. Alasannya bergeser terus, katanya nanti di Mekkah, lalu di Jakarta, sampai Pontianak. Terakhir dijanjikan ditransfer saat kami tiba di Sanggau,” ungkapnya.
Faktanya, hingga Desember 2025, atau lebih dari empat bulan setelah kepulangan jamaah, uang tersebut belum juga dikembalikan. Padahal, pihak travel disebut sudah membuat perjanjian tertulis hitam di atas putih terkait pengembalian dana.
“Sudah sering kami tagih, tapi tidak ada itikad baik. Menjelang pergantian tahun 2026 pun tidak ada kejelasan sama sekali,” tegasnya.
Para jamaah kini merasa dirugikan secara materiil dan psikologis. Mereka berharap pihak travel bertanggung jawab serta aparat penegak hukum turun tangan untuk mengusut dugaan penipuan ini agar tidak menimpa jamaah lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak travel tersebut.
