PONTIANAK – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong penguatan kapasitas aparatur, khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah. Hal tersebut diwujudkan melalui Podcast BPSDM Kalbar yang berkolaborasi dengan Tribun Podcast, mengangkat tema “Dana Transfer ke Daerah: Tantangan dan Strategi Pengelolaan Keuangan Daerah yang Efektif” di Ruang Podcast BPSDM Kalbar pada Rabu (24/12/2025) kemarin.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten di bidang keuangan daerah, yakni Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Dr. Drs. A. Fatoni, M.Si., yang mengikuti secara daring, serta Direktur Pendapatan Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Dr. Drs. Teguh Narutomo, MM. Podcast tersebut dimoderatori oleh Pimpinan Redaksi Tribun Pontianak, Safruddin.
Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, S.STP, M.Si., yang turut menjadi narasumber, menyampaikan bahwa diskusi ini menjadi ruang strategis untuk memperdalam pemahaman aparatur daerah terkait dinamika dana transfer ke daerah, sekaligus mendorong lahirnya inovasi pengelolaan keuangan yang lebih adaptif dan berdampak.
Dalam diskusi, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, A. Fatoni, memaparkan berbagai tantangan pengelolaan keuangan daerah, mulai dari perencanaan anggaran, penyaluran, hingga pemanfaatannya agar tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar dana transfer benar-benar mampu mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Teguh Narutomo menjelaskan strategi peningkatan kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dan penguatan tata kelola pendapatan. Menurutnya, daerah perlu lebih kreatif dan inovatif dalam menggali potensi yang dimiliki, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap regulasi.
Melalui forum ini, BPSDM Kalbar juga memperkenalkan berbagai inovasi yang dikembangkan, termasuk peluang BPSDM sebagai salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkontribusi terhadap PAD. Inovasi tersebut diharapkan mampu mendukung kemandirian fiskal daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Podcast ini menjadi salah satu upaya BPSDM Kalbar dalam memperluas literasi keuangan daerah serta membangun kesadaran bersama bahwa pengelolaan keuangan yang efektif dan inovatif merupakan kunci utama pembangunan daerah yang berkelanjutan.
