PONTIANAK  – Kepolisian Sektor (Polsek) Pontianak Barat mengamankan 27 remaja yang diduga hendak melakukan aksi tawuran setelah menerima laporan dari masyarakat. Puluhan remaja tersebut diamankan saat berkumpul di Jalan Tebu, Kecamatan Pontianak Barat, Minggu (28/12) dini hari.

Selain 27 remaja yang diamankan di lokasi awal, tiga remaja lainnya sempat melarikan diri saat hendak diamankan. Namun, petugas berhasil mengejar dan mengamankan ketiganya di Gang Kayu Manis.

Kapolsek Pontianak Barat, AKP Basuki Arif Wibowo mengatakan pengamanan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan warga yang resah dengan keberadaan sekelompok remaja mencurigakan di kawasan tersebut.

“Setelah dilakukan penyisiran, kami menemukan satu kelompok berjumlah 27 remaja di Jalan Tebu yang diperkirakan akan melakukan tawuran. Saat hendak diamankan, tiga orang melarikan diri, namun berhasil kami amankan di Gang Kayu Manis,” ujar AKP Basuki.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiga senjata tajam, 15 unit sepeda motor, serta 22 unit telepon genggam. Untuk mencegah terjadinya bentrokan, seluruh remaja beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolsek Pontianak Barat guna pemeriksaan lebih lanjut.

AKP Basuki menegaskan pihaknya akan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu, orang tua para remaja akan dipanggil bersama Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Pontianak untuk dilakukan pembinaan.

“Kami mengimbau kepada para orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya. Pencegahan sejak dini sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Pontianak Barat Ipda Alvon Oktobertus menegaskan komitmen jajarannya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Pontianak Barat.

“Patroli akan terus kami tingkatkan, khususnya di titik-titik rawan tawuran dan tindak kriminal lainnya. Kami juga mengharapkan peran aktif orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anaknya agar tidak terlibat dalam kegiatan negatif,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *