PONTIANAK – Provinsi Kalimantan Barat kembali menorehkan capaian di tingkat global dalam pengelolaan lingkungan. Melalui skema Result Based Payment (RBP) REDD+, Kalbar resmi menerima insentif sekitar Rp1 triliun dari Green Climate Fund (GCF) atas keberhasilannya menurunkan emisi gas rumah kaca dan menekan laju deforestasi.

Dalam hal ini, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menyampaikan bahwa Kalimantan Barat sebagai bagian dari Pulau Borneo memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan iklim dunia. Namun, ia mengakui tekanan terhadap lingkungan semakin meningkat seiring dengan aktivitas manusia.

“Kalau kita bandingkan dengan masa lalu, alam kita dulu jauh lebih terjaga. Sekarang, aktivitas tambang, pembalakan liar, dan kerusakan hutan sudah memberi dampak nyata,” ungkapnya di Hotel Golden Tulip, Jumat (30/1/2025).

Menurutnya, dampak kerusakan lingkungan kini dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari perubahan cuaca yang ekstrem, meningkatnya risiko banjir, hingga kebakaran hutan dan lahan yang mengancam ekosistem serta kesehatan warga.

Insentif dari GCF tersebut merupakan hasil penilaian atas kinerja Kalimantan Barat dalam periode 2014–2016, di mana provinsi ini dinilai berhasil menurunkan emisi GRK melalui pengendalian deforestasi dan degradasi hutan.

Dana insentif akan dikelola oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) secara transparan dan akuntabel. Rencananya, anggaran tersebut dialokasikan untuk berbagai program strategis, seperti pemulihan ekosistem hutan dan mangrove, perlindungan lahan gambut, pengelolaan lahan basah berbasis paludikultur dan silvofishery, serta penguatan pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.

“Tujuan akhirnya adalah memastikan lingkungan kita kembali sehat, sehingga kualitas udara dan kehidupan masyarakat juga semakin baik,” tegas Ria Norsan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada dunia usaha yang telah menetapkan kawasan bernilai konservasi tinggi di wilayah operasionalnya sesuai Perda Kalbar Nomor 6 Tahun 2018. Menurutnya, arah pembangunan ke depan harus menempatkan kelestarian lingkungan sebagai bagian integral dari pertumbuhan ekonomi.

“Bisnis masa depan bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang tanggung jawab menjaga alam dan kehidupan,” ujarnya.

Menutup acara, Gubernur Ria Norsan mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar menggunakan dana insentif tersebut secara amanah dan tepat sasaran.

“Menjaga alam hari ini adalah investasi untuk masa depan anak cucu kita. Jangan sampai mereka mewarisi lingkungan yang rusak,” pungkasnya.(Ara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *