LANDAK – Satu di antara manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, mengundurkan diri lantaran ditempatkan di daerah pelosok yang bahkan tak terdata di Google Maps.
“Saya mengundurkan diri lantaran penempatannya sangat jauh. Tanggal 25 September kemarin penempatannya, saya ditempatkan di daerah pelosok, bahkan tak ada terdata di Google Maps,” ungkapnya kepada TKP Pontianak pada Selasa (6/10/2026).
Mirisnya lagi, tak disediakan mess ataupun tempat tinggal yang layak. Dia diarahakan untuk tinggal sendirian di kantor desa.
“Jika bekerja di sana, saya harus tinggal sendirian di kantor desa,” ujar perempuan berusia 20 tahunan ini.
Keputusan untuk batal menanda tangani kontrak sebagai manajer kopdes ini dilakukannya lantaran pengorbanannya tak sepadan dengan gaji yang didapatkan.
“Saya dijanjikan gaji sekitar Rp 6 jutaan, tapi ndak sepadan denhan rasa aman yang tak bisa saya dapatkan jika bertugas di sana,” tambahnya.
Saat ini ada 1.501 calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) mengundurkan diri dan tidak melanjutkan penugasan.
Dari total 1.501 orang tersebut, sebanyak 969 calon manajer secara tegas menolak offering letter (surat penawaran kerja), sementara 532 lainnya membiarkan surat penawaran tersebut kedaluwarsa tanpa konfirmasi.
Mayoritas pengunduran diri dipicu oleh ketidakcocokan lokasi penempatan yang dinilai terlalu jauh dari tempat tinggal asal, bahkan ada yang mendapat penugasan lintas provinsi.(UL)

