PONTIANAK – Tim gabungan menggagalkan pengiriman rotan mentah ilegal melalui Pelabuhan Dwikora Pontianak, Selasa 23 Desember 2025. Penindakan dilakukan setelah petugas mendeteksi sembilan kontainer yang tercatat akan dikirim ke China dengan rencana transit melalui Singapura.
Pemeriksaan lapangan mengungkap dugaan pelanggaran kepabeanan dan manipulasi dokumen pengiriman. Informasi awal menyebutkan adanya muatan rotan yang tidak sesuai dengan ketentuan ekspor.
Dari sembilan kontainer yang diperiksa, Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat memastikan lima kontainer tidak berisi rotan sehingga diizinkan melanjutkan pengiriman. Sementara itu, empat kontainer lainnya terbukti berisi rotan bahan mentah dan langsung diamankan untuk proses pendalaman lebih lanjut.
Rotan yang diamankan tergolong bahan mentah yang pengelolaannya diatur secara ketat oleh peraturan perundang-undangan. Petugas menduga pengirim memanipulasi dokumen dengan mencantumkan keterangan barang yang tidak sesuai dengan isi kontainer guna mengelabui pengawasan.
Kepala Seksi Humas Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat, Martini, membenarkan penindakan tersebut. Menurutnya, Bea Cukai masih melakukan penelitian lanjutan terhadap barang bukti yang diamankan.
“Benar ada penindakan empat kontainer rotan. Saat ini masih dalam proses penelitian mendalam. Detailnya akan kami sampaikan kemudian. Sementara lima kontainer lainnya dipastikan tidak berisi rotan,” ujar Martini, Selasa (30/12/2025).
Dalam penindakan ini, petugas belum mengamankan pemilik barang. Penanganan kasus masih difokuskan pada pemeriksaan dokumen, penelusuran asal-usul rotan, serta dugaan pelanggaran kepabeanan yang menyertai pengiriman tersebut.
Bea Cukai juga masih menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam upaya pengiriman rotan ilegal tersebut. Kasus serupa diketahui bukan kali pertama terjadi di Pelabuhan Dwikora.
Dalam beberapa tahun terakhir, aparat penegak hukum berulang kali mengungkap pengiriman rotan ilegal dengan berbagai modus, mulai dari pemalsuan dokumen hingga pemanfaatan Kalimantan Barat sebagai jalur transit.
