SANGGAU – Dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga Guru, pihak sekolah, baik Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sanggau terpaksa mengangkat tenaga guru tambahan yang dibiayai dari dana BOS. Jumlahnya pun cukup banyak, 981 orang tenaga guru SD dan 129 tenaga guru SMP sehingga total keseluruhannya mencapai 1.110 orang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sanggau, Alipius ditemui di ruang kerjanya menyampaikan, berdasarkan bugeting kebutuhan guru di Kabupaten Sanggau sesuai kebutuhan yakni sebanyak 5.803 orang guru tersebar di 900an satuan pendidikan atau sekolah mulai dari PAUD, SD hingga SMP.
“Guru kita yang ada sampai saat ini hingga tahun 2026 yakni 4.710 orang dengan rincian 1.745 PNS dan 2.965 PPPK atau terpenuhi sekitar 81 persen dari kebutuhan sehingga kita mengalami kekurangan sebanyak 1.093 orang guru,” ujar Alipius.
Untuk menutupi kekurangan guru, lanjut Alipius, beberapa sekolah terpaksa mengangkat guru sendiri atau guru honor sesuai kebutuhan yang dibiayai dari dana BOS.
“Besaran gaji honorer dana bos bervariasi sesuai kemampuan sekolah dan besaran dana bos karena di juknis bos terbaru maksimal 20 persen saja boleh untuk belanja pegawai guru honorer. Kalau laporan dari sekolah antara Rp500-Rp800 ribu perbulan,” ungkapnya.
Alipius mengungkapkan alasan mengapa masih ada guru honor di Sanggau. Menurutmya, hal itu dikarenakan saat rekruetmen PPPK beberapa waklu lalu tidak memenuhi syarat pendidikan minimal S1, meski masa kerjanya sudah diatas dua tahun.
“Mereka ini rata-rata tamatan SMA, sementara yang dibutuhkan itu minimal tamatan S1,” terangnya.
Sebagai Kepala Disdikbud, Alipius berharap ada kebijakan dari Pemerintah Pusat untuk menjawab persoalan 1.110 guru honor yang belum diangkat tersebut
“Harapan kami ada kebijakan pemerintah pusat untuk mengangkat mereka sebagai PPPK mengingat mereka juga turut memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan khususnya di Sanggau,” pungkas Alupius. (dra)
