PONTIANAK — Kepala Regional Makan Bergizi Gratis (MBG) Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, menjelaskan alasan layanan MBG sempat beroperasi saat libur sekolah, namun tidak berjalan penuh ketika aktivitas sekolah kembali dimulai. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor administrasi dan pencairan anggaran di awal tahun.

Agus menerangkan bahwa pada periode 1 hingga 8 Januari, secara nasional Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) memang berada dalam masa libur. Operasional MBG baru kembali dimulai pada tanggal 8 Januari 2026.

“Kalau di tanggal 1 sampai 8 itu memang libur nasional SPPG. Baru operasional lagi di tanggal 8,” jelas Agus saat diwawancarai Tim media melalui Whatsapp, Rabu (14/1/2025).

Namun, pada awal operasional tersebut, sebagian mitra belum dapat menjalankan distribusi karena anggaran operasional belum sepenuhnya masuk. Hal ini disebabkan adanya proses pengosongan anggaran di akhir tahun dan pembukaan kembali sistem keuangan di awal tahun.

“Di tanggal 8 itu ada uang yang belum masuk. Karena di akhir tahun anggaran dikosongkan, dan baru tanggal 2 virtual account dibuka kembali, sehingga proses pencairan dananya berjalan bertahap,” ujarnya.

Agus menegaskan bahwa tidak ada pengalihan anggaran MBG ke pihak lain selama periode tersebut. Tidak beroperasinya sebagian mitra murni disebabkan keterbatasan kemampuan keuangan sementara sebelum dana operasional diterima.

“Kalau terkait yang tidak mendistribusi di awal itu, tidak ada dialihkan ke mana-mana. Memang ada mitra yang uangnya belum masuk,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pada prinsipnya MBG mewajibkan mitra untuk tetap beroperasi dengan menggunakan dana talangan. Namun, tidak semua mitra memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk menalangi biaya operasional dalam jangka waktu tertentu.

“Ada mitra yang mampu menggunakan dana talangan seperti di awal MBG berjalan. Tapi ada juga yang secara kondisi keuangan memang belum mampu,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, sebagian mitra akhirnya dapat kembali beroperasi meskipun dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum sepenuhnya masuk, dengan cara mencari pinjaman atau sumber dana sementara lainnya.

“Sekarang ada yang tetap beroperasi walaupun dananya belum masuk, karena mungkin mereka bisa mencari pinjaman. Tapi kalau dalam seminggu dana tidak masuk, bisa saja mereka berhenti operasional,” ungkap Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *