PONTIANAK – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Dalam agenda tersebut, ia menegaskan pentingnya program makanan bergizi gratis sebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas.
Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga berkaitan langsung dengan ketahanan dan swasembada pangan nasional di masa mendatang.
“Makanan bergizi gratis adalah program strategis. Ini tentang pangan untuk mencetak anak-anak Indonesia yang kuat fisiknya dan cerdas, agar siap menyongsong masa depan Indonesia yang gemilang,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Menko Pangan menambahkan bahwa pemerintah menargetkan 82,9 juta penerima manfaat program makan bergizi gratis pada tahun 2026. Namun, ia mengingatkan bahwa target besar tersebut harus diimbangi dengan kesiapan produksi pangan nasional.
“Kita perlu telur, ayam, ikan, sayur, buah, nasi banyak sekali. Karena itu ini berhadapan dengan swasembada pangan,” jelasnya.
Ia menuturkan bahwa kebutuhan pokok seperti beras dan jagung sudah relatif teratasi. Untuk itu, pemerintah akan fokus meningkatkan produksi protein hewani pada tahun mendatang. Upaya ini mencakup penguatan sektor peternakan dan perikanan, termasuk budidaya ayam, telur, serta pengembangan tambak ikan.
“Tahun depan kita akan gencarkan habis-habisan untuk produk protein mulai dari telur, ayam, hingga tambak ikan. Itu yang akan kita bangun ke depan,” tegas Zulkifli Hasan.
