PONTIANAK – Pelaksanaan Operasi Zebra Kapuas 2025 resmi berakhir pada 30 November 2025. Selama 14 hari pelaksanaan (17–30 November), Ditlantas Polda Kalbar mencatat 6.902 penindakan pelanggaran lalu lintas dan 22 kasus kecelakaan dengan tujuh korban meninggal dunia.

Kabagbinops Ditlantas Polda Kalbar, AKBP Riki Renerika Riyanto menyampaikan bahwa operasi tahun ini berjalan efektif dan diterima positif oleh publik. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kegiatan edukatif dan humanis di lapangan.

“Operasi Zebra Kapuas 2025 berorientasi pada keselamatan masyarakat. Sentimen publik sangat positif karena pendekatan yang kami lakukan lebih humanis, preventif, dan edukatif,” ujar AKBP Riki, Jum’at (05/12/2025).

Selama operasi, Polantas menggelar 25.130 kegiatan preventif, di antaranya patroli lokasi rawan pelanggaran dan penempatan personel pada titik rawan kecelakaan. Sementara itu, kegiatan preemtif mencapai 1.203 giat, termasuk sosialisasi ke komunitas, sekolah, dan perusahaan.

Sebanyak 37.545 bahan sosialisasi turut disebar ke masyarakat, berupa spanduk, leaflet, stiker hingga billboard keselamatan lalu lintas.

Penegakan hukum didominasi teguran dengan total 5.522 kasus, sementara tilang manual tercatat 1.369 pelanggar. Penindakan balap liar juga dilakukan terhadap 49 kendaraan roda dua.

“Balap liar menjadi perhatian khusus. Ke depan patroli malam akan ditingkatkan dan kami lakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk penanganan jangka panjang,” tegasnya.

Jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat naik 5% dibandingkan Operasi Zebra 2024, dengan total kerugian material mencapai Rp91,7 juta.

Karena itu, Ditlantas memberikan arahan tindak lanjut ke jajaran untuk:

• memperkuat turjawali di jam rawan
• meningkatkan pengawasan titik penyeberangan pejalan kaki
• memasang tanda peringatan di lokasi rawan laka
• memetakan ulang wilayah dengan risiko kecelakaan tinggi

“Kesadaran berkendara masyarakat sudah meningkat, tetapi risiko laka lantas masih ada. Ini menjadi fokus kami untuk ditekan bersama seluruh jajaran,” ucap AKBP Riki.

Selama operasi, media sosial, media online, dan media elektronik memuat lebih dari 19 ribu publikasi tentang Operasi Zebra Kapuas.

Konten edukatif dan razia balap liar menjadi salah satu faktor meningkatnya dukungan publik terhadap kegiatan penegakan keselamatan berkendara di Kalimantan Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *