PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak mulai melakukan penataan jaringan kabel telekomunikasi yang berada di ruang publik. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib, aman, dan nyaman sekaligus memperbaiki estetika sejumlah koridor jalan.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kabel jaringan yang terjuntai, menggulung, hingga menumpuk pada sejumlah tiang perlu ditata secara serius. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kerapian wajah kota, tetapi juga berpotensi memengaruhi keamanan dan kenyamanan masyarakat.
“Kita ingin Pontianak ini semakin tertata. Kabel-kabel jaringan yang selama ini terlihat semrawut akan kita rapikan. Ini menyangkut wajah kota, tetapi juga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” ujar Edi saat membuka Rapat Penataan, Keteraturan, dan Penertiban Instalasi Jaringan Fiber Optic (FO) dan Kabel Utilitas di Pontive Center, Kamis (8/10/2026).
Berdasarkan pemetaan dan pengamatan di sejumlah koridor jalan, masih ditemukan berbagai kondisi jaringan yang belum tertata. Di antaranya kabel yang menumpuk pada satu tiang, gulungan kabel dan sambungan yang menggantung, serta kabel yang melintas dengan ketinggian yang tidak seragam.
Sejumlah kabel juga ditemukan berada dekat badan jalan, jalur pejalan kaki, vegetasi, hingga saluran air. Selain mengurangi kerapian visual kota, kondisi tersebut dinilai dapat menghambat pemeliharaan fasilitas ruang publik.
Edi menegaskan, penataan kabel tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Sebab, dalam satu koridor jalan dapat terdapat berbagai jaringan utilitas, mulai dari fiber optik, listrik, hingga perangkat sambungan milik operator yang berbeda.
Karena itu, Pemkot Pontianak mendorong adanya pendataan dan koordinasi bersama seluruh operator serta pemangku kepentingan terkait agar penataan dapat dilakukan secara terpadu.
“Jangan sampai setelah dirapikan, muncul lagi kabel baru yang tidak tertata. Karena itu harus kita data, kita koordinasikan, kemudian penataannya dilakukan bersama,” katanya.
Selain merapikan jaringan yang sudah terpasang, Pemkot Pontianak juga menyiapkan konsep penataan utilitas bawah tanah melalui masterplan ducting kota.
Konsep tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan saluran berbagai jaringan utilitas, seperti fiber optik, listrik, dan air bersih. Dengan penataan bawah tanah, pekerjaan utilitas diharapkan dapat dilakukan lebih terencana, mengurangi tumpang tindih pekerjaan galian, serta mempermudah proses pemeliharaan jaringan.
Menurut Edi, penataan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan arah kebijakan yang jelas dan koordinasi antarpihak yang terus diperkuat.
“Kita kerjakan bertahap. Yang penting arah penataannya jelas, koordinasinya jalan, dan ke depan utilitas kota kita semakin tertib,” ujarnya.
Penataan jaringan kabel ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Pontianak dalam meningkatkan kualitas ruang publik. Dengan infrastruktur utilitas yang lebih tertib, ruang kota diharapkan tetap nyaman digunakan masyarakat sekaligus mampu mendukung perkembangan kebutuhan infrastruktur di masa mendatang.(Ara)

